Kesalahan Olahraga Ini Diam-Diam Ganggu Fungsi Seksual Pria

Ilustrasi olahraga angkat beban/Foto : Dok. Freepik Ilustrasi olahraga angkat beban/Foto : Dok. Freepik

Jakarta, GPriority.co.id – Sebuah laporan terbaru mengungkap bahwa kesalahan dalam berolahraga ternyata dapat berdampak serius pada kesehatan seksual pria.

Aktivitas fisik yang selama ini dianggap menyehatkan justru bisa menjadi pemicu gangguan seperti nyeri panggul hingga disfungsi ereksi jika dilakukan dengan teknik yang salah.

Latihan beban seperti squat, deadlift, hingga plank memang populer untuk membentuk tubuh. Namun, menurut pelatih kebugaran Toby King, teknik yang tidak tepat dan ketegangan berlebih pada otot tertentu bisa memicu masalah. Ia menjelaskan bahwa otot dasar panggul memiliki peran penting dalam fungsi seksual pria.

“Otot di sekitar dasar panggul berperan dalam ereksi dan gairah. Jika terus-menerus tegang atau terlalu terbebani, hal ini dapat membatasi aliran darah dan menekan saraf yang penting untuk fungsi seksual yang sehat,” ungkap King dikutip dari laporan NY Post.

Kondisi ini, lanjutnya, dapat menyebabkan berbagai gangguan seperti nyeri panggul, nyeri saat ejakulasi, hingga masalah kandung kemih. Bahkan, dalam jangka panjang bisa memicu disfungsi seksual pada pria.

Kesalahan Umum Saat Berolahraga

Salah satu kesalahan paling umum adalah kebiasaan “menahan” otot inti atau core secara berlebihan saat latihan. Banyak pria tanpa sadar terus mengencangkan otot dasar panggul, baik saat mengangkat beban maupun dalam aktivitas sehari-hari.

“Banyak pria berjalan dengan kondisi tubuh yang terus ‘tegang’. Mereka mengencangkan otot saat latihan, dan tetap tegang sepanjang hari, yang akhirnya menciptakan dasar panggul yang terlalu aktif dan bisa mengganggu ereksi,” ungkap King.

Latihan seperti leg press, hanging leg raises, hingga ab rollout juga disebut berpotensi memperparah kondisi ini jika dilakukan tanpa teknik pernapasan yang benar. Selain itu, penggunaan beban yang terlalu berat dengan form yang salah juga memperbesar risiko cedera dan tekanan pada area panggul.

Tak hanya di gym, aktivitas seperti bersepeda dalam waktu lama juga bisa menjadi faktor pemicu. Tekanan terus-menerus pada area panggul akibat posisi duduk yang tidak tepat dapat mengganggu saraf dan aliran darah.

Masalah ini berkaitan erat dengan kondisi seperti disfungsi ereksi, yaitu ketidakmampuan mencapai atau mempertahankan ereksi yang cukup untuk aktivitas seksual.

Kondisi ini bisa dipicu oleh berbagai faktor, termasuk gangguan aliran darah dan fungsi saraf, dua hal yang juga terdampak oleh ketegangan otot panggul.

Menariknya, tren latihan tertentu seperti Kegel yang sering dianggap solusi justru bisa memperburuk kondisi jika dilakukan pada pria dengan otot panggul yang sudah terlalu tegang. Para ahli menyarankan pendekatan yang lebih personal dan tidak asal mengikuti tren.

Alih-alih menghentikan olahraga sepenuhnya, para ahli menyarankan untuk memperbaiki teknik dan mengurangi latihan yang terlalu membebani area panggul, terutama jika sudah muncul gejala.

King merekomendasikan latihan relaksasi seperti pernapasan diafragma serta stretching, termasuk pose yoga seperti child’s pose dan happy baby pose. Selain itu, latihan “reverse Kegel” juga dianjurkan untuk membantu mengendurkan otot dasar panggul.

Ia juga menekankan pentingnya konsultasi dengan fisioterapis khusus panggul untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.