Kualitas Udara Jakarta Membaik, Gunung Salak Terlihat Dari Monas!

Kualitas Udara Jakarta Membaik, Gunung Salak Terlihat Dari Monas! Kualitas Udara Jakarta Membaik, Gunung Salak Terlihat Dari Monas!

Jakarta, GPriority.co.id – Belakangan ini kualitas udara di Jakarta dilaporkan membaik. Bahkan Gunung Salak pun sampai terlihat dari Monas.

Selain Gunung Salak, pemandangan Gunung Gede Pangrango juga terlihat jelas dari Jakarta pada Senin (2/12) ini.

Tercatat, kualitas udara di Jakarta saat ini berada pada indeks AQI US 69, masuk kategori sedang menurut situs IQAir.

Kategori ini menunjukkan dampak minimal pada kesehatan manusia dan hewan. Meskipun demikian, Jakarta tetap berada di peringkat ketujuh kota paling berpolusi di Indonesia, dengan posisi pertama ditempati oleh Krian, Jawa Timur (AQI US 172), disusul Tangerang Selatan (149) dan Kota Bandung (132).

Indeks AQI US mengukur konsentrasi polutan dalam beberapa kategori, mulai dari “baik” (PM2.5: 0-50) yang tidak berdampak buruk, hingga “berbahaya” (PM2.5: 201-500) yang berdampak parah pada kesehatan dan lingkungan.

IQAir merekomendasikan kelompok sensitif menggunakan masker, mengurangi aktivitas di luar ruangan, serta menggunakan penyaring udara untuk mengurangi paparan polusi.

Jakarta bersama kota-kota lain seperti Tangerang dan Depok perlu meningkatkan langkah mitigasi polusi untuk menurunkan peringkat di daftar kota dengan polusi udara tertinggi.

Angin Kencang Jadi Penyebab Kualitas Udara Jakarta Membaik?

Seorang netizen memperkirakan bahwa kualitas udara Jakarta membaik, dikarenakan angin kencang yang terjadi beberapa hari belakangan.

Pada hari Kamis, 21 November, sistem tekanan rendah di dekat Siklon Tropis Robyn mulai menarik angin ke arah Selat Sunda.

Angin kencang ini tidak hanya mengganggu kehidupan sehari-hari tetapi juga membersihkan polusi yang masih ada di Jakarta, mendorongnya ke utara.

Hasilnya, level PM2.5 Jakarta turun di bawah 10—rekor terendah yang sebanding dengan beberapa kota terbersih di dunia.

Pada pagi ini, situs pemantauan IQAir kembali melaporkan AQI (Indeks Kualitas Udara) Jakarta pada angka 69, yang dikategorikan sebagai “sedang.”

Sebagai informasi, kualitas udara yang bersih dapat membawa sejumlah dampak baik, khususnya di perkotaan.

Dilansir dari laman Indonesia Baik, kualitas udara yang bersih dan baik, dapat menurunkan risiko terkena penyakit kronis.

Diantaranya seperti kardiovaskular (sakit jantung dan stroke) hingga beberapa jenis kanker.

Dengan menghirup udara segar, orang juga akan jarang sakit-sakitan atau terkena penyakit.

Foto : Instagram / @pakindro