Manggala Agni Pasukan Penyelamat Hutan dan Lahan Indonesia

Jakarta,GPriority.co.id – Kebakaran hutan yang terjadi di Indonesia dimulai pada tahun 1982, dari data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui laman resminya, serangkaian kebakaran yang berlangsung dari September 1997 hingga Juni 1998 di Kalimantan dan Riau, menjadi salah satu kebakaran hutan terbesar di dunia dalam dua abad terakhir tercatat luas lahan yang terbakar mencapai 19,7 juta hektare (ha), serta menimbulkan 100.000 orang terserang penyakit akibat asap dan 240 tewas.

Selanjutnya hutan Provinsi Sumatera Selatan, total luas hutan dan lahan yang terbakar (Januari-November 2019) mencapai 942.484 hektar. Pada tahun 2021 Sejak Januari hingga akhir September ini total luas lahan yang terbakar di Riau telah mencapai 1.286 hektare (ha),” kata Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Riau, Jim Gofur.

Langkah pemerintah Pusat ntuk mengatasi kebakaran yg semakin meluas tersebut dengan membentuk sejumlah regu pemadam kebakaran hutan dan lahan yg bernama MANGGALA AGNI di seluruh Indonesia dengan jumlah personel yang berbeda-beda setiap provinsinya. Berikut sebaran Manggala Agni di seluruh Indonesia
1. Sumatera Utara 188 personal
2. Riau 253 personal
3. Kalbar 277 personel
4. Jambi 267 personel
5. Sumatera Selatan 256 personel
6. Kalimantan Tengah 236 personel
7. Kalimantan Selatan 187 personel
8. Kalimantan Timur 110 personel
9. Sulawesi Selatan 127 personel
10. Sulawesi Tenggara 31 personel
11. Sulawesi Utara 33 personel

Direktorat Jenderal Perkebunan yang sebelumnya berada dibawah Departemen Pertanian bergabung dan menjadi Departemen Kehutanan dan Perkebunan. Pada bulan Juli 1999 di bentuk Direktorat Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Kebun. Selanjutnya, pada tahun 2004 berganti menjadi Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan. Berdasarkan evaluasi bahwa Brigade Pemadaman Kebakaran Hutan yang ada masih tersebar dan tidak berada dalam satu garis komando yang jelas dari tingkat Pusat sampai lapangan, tidak adanya satu lembaga tunggal yang menangani kebakaran hutan dan lahan serta masih kurangnya sumber daya pengendalian kebakaran hutan dan lahan, maka Departemen Kehutanan kemudian membentuk Brigade Pengendalian kebakaran Hutan yang diberi nama MANGGALA AGNI.

Manggala Agni adalah Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan Indonesia yang dibentuk oleh Departemen Kehutanan pada tahun 2003. Brigade ini dibentuk dalam rangka melaksanakan tugas pengendalian kebakaran hutan yang kegiatannya meliputi pencegahan, pemadaman dan penanganan pasca-kebakaran hutan.

Visi dan Misi Manggala Agni


-Visi: Terwujudnya system pengendalian kebakaran hutan secara optimal dan terwujudnya kondisi masyarakat yang terlindung dari berbagai ancaman jiwa, raga dan harta benda serta terbebas dari pencemaran asap

-Misi:
Melakukan pencegahan kebakaran hutan secara optimal dengan menitikberatkan pada peningkatan kesadaran semua pihak akan bahaya kebakaran baik terhadap sumber daya hutan maupun kehidupan masyarakat, bangsa dan negara serta pengelolaan hutan yang dapat menekan resiko kebakaran; Memadamkan kebakaran hutan sedini mungkin dan progresif melalui pendayagunaan sumberdaya manusia yang profesional dan peralatan yang tepat guna dan berhasil guna;

Menangani pasca-kebakaran hutan dengan titik berat rehabilitasi kawasan bekas kebakaran dan penegakan hukum dengan dukungan sumber daya manusia yang profesional, perangkat peraturan perundang-undanganan dan pedoman-pedoman teknis.
(noz/dok.fotokementerianlhk)