Amerika Serikat, GPriority.co.id – Aktor hollywood Mark Ruffalo melontarkan sejumlah kata-kata keras kepada Presiden AS Donald Trump saat tampil di Golden Globes 2026 beberapa waktu lalu.
Dalam acara penghargaan tersebut, Ruffalo dinominasikan atas penampilannya dalam film ‘Task’. Ia menyinggung ketegangan yang sedang berlangsung usai pembunuhan fatal Renee Nicole Good di Minneapolis pekan lalu, sebagaimana dilansir dari WIO News.
Aktor tersebut mengenakan pin bertuliskan ‘Be Good’ sebagai penghormatan kepada Good, seorang warga negara AS berusia 37 tahun dan ibu dari tiga anak yang dibunuh oleh agen ICE federal selama operasi penegakan hukum di Minneapolis selatan.
“Pin ini untuk Renee Nicole Good, yang dibunuh. Kita memiliki presiden yang berbohong tentang apa yang terjadi. Kita berada di tengah perang dengan Venezuela yang kita invasi secara ilegal. Dia mengatakan kepada dunia bahwa hukum internasional tidak penting baginya. Satu-satunya hal yang penting baginya adalah moralitasnya sendiri,” kata Ruffalo di red carpet Golden Globes 2026, dikutip dari Variety.
Ruffalo bahkan juga menyebut Trump sebagai “narapidana yang dihukum”.
“Dia adalah manusia terburuk. Jika kita mengandalkan moralitas orang ini untuk negara terkuat di dunia, maka kita semua akan berada dalam masalah besar,” ujar bintang “Avengers” yang juga menjelaskan mengapa dirinya tidak menganggap keadaan tersebut normal.
“Saya ingin berpura-pura seperti ini. Saya ingin berada di sini untuk merayakan, dan saya memang di sini untuk merayakan. Saya bangga mendapatkan nominasi Golden Globe. Tapi juga, ini bukan hal yang normal lagi, jadi saya tidak tahu bagaimana saya bisa diam saja, dan saya merasa sedikit tidak enak badan. Jadi sulit untuk berbohong saat ini,” lanjutnya.
Sebelumnya, Trump mengatakan bahwa mendiang Renee Nicole Good adalah seorang radikal yang penuh dengan kekerasan.
“Kita harus menghormati penegak hukum. Paling tidak, wanita itu sangat, sangat tidak menghormati penegak hukum. Anda tidak bisa melakukan itu terhadap penegak hukum, baik itu polisi, atau ICE, atau Patroli Perbatasan, atau siapa pun,” kata Trump beberapa waktu lalu kepada wartawan di atas pesawat Air Force One.
