Jakarta, GPriority.co.id – Usai rampung direnovasi besar-besaran oleh Kementerian PUPR Mei 2019 hingga Juli 2020, Masjid Istiqlal Raih Sertifikat Green Mosque. Pada Rabu (6/4/2022) masjid yang menampung 200.000 jamaah ini menerima sertifikat final sistem Excellence in Design for Greater Efficiencies (EDGE) dari International Finance Corporation (IFC). Sertifikat ini merupakan pengakuan atas penerapan prinsip-prinsip bangunan hijau (green building) dalam rangka penghematan energi dan keberlanjutan lingkungan. Penyerahan sertifikat itu dilakukan oleh Azam Khan, Kepala Perwakilan IFC di Jakarta, kepada Imam Besar Masjid Iqlal Profesor KH Nasaruddin Umar. Juga dihadiri Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Diana Kusumastuti.
Masjid yang menjadi kebanggaan Indonesia ini renonasinya menelan biaya 511 miliar. Bukan hanya merenovasi bangunananya, Kementerian PUPR juga menata dari sisi pencahayaan, hingga sirkulasi udara didalam masjid dan ketersediaan air bersih.
Pelaksanaan renovasi Masjid Istiqlal di atas area seluas 109.547 m2 itu sendiri telah menerapkan prinsip bangunan gedung hijau, sesuai Peraturan Menteri (Permen) PUPR nomor 21 tahun 2021 tentang Penilaian Kinerja Bangunan Gedung Hijau. Peraturan menteri menyatakan, bangunan peribadatan dengan luas di atas 10.000 m2 wajib untuk menerapkan prinsip-prinsip bangunan gedung hijau.
Dari sisi pencahayaan penggunaan lampu hemat energi yang dapat diatur melalui aplikasi smartphone. Lampu ini menggunakan teknologi pintar tata cahaya LED yang dipasang sebanyak 3.812 lampu untuk lampu didalam dan diluar bangunan. Pemasangan solar panel yang memberikan kontribusi 13% dari konsumsi listrik bangunan. Penghematan air dengan pergantian keran air wudhu. penggantian keran wudhu, penggunaan WC dengan dual flush, keran wastafel, dan urinal yang hemat air. Penghematan material juga dilakukan dengan mempertahankan material sebagai bangunan cagar budaya pada fungsi struktur, interior, dan eksterior bangunan dengan mengaplikasikan teknologi terkini pada bangunan. Masjid Istiqlal dapat menghemat 476,22 ton karbon dioksida per-tahun.
Krisis iklim yang melanda dunia menjadi tantangan bagi semua pihak untuk lebih bijaksana dalam penerapan atau penggunaan energi bumi. Penerapan Green Building menjadi salah satu upaya penanganan Krisis iklim. (noz)
