Menakar Hasil KTT Asean ke-42

Penulis : Haris | Editor : Lina F | Foto : Haris

Jakarta, GPriority.co.id-KTT Asean ke-42 yang digelar di Labuan Bajo telah menghasilkan sebagian capaian dan beberapa deklarasi terkait visi besar Asean.

Merespon hasil tersebut, CSIS menggelar media Briefing di kantornya yang terletak di Tanah Abang III, Jakarta, Senin (15/5).

Dijelaskan oleh Andrew Mantong, Peneliti di Departemen Hubungan Internasional CSIS, ada 3 hal yang menjadi catatan penting CSIS di bidang politik dan keamanan.

Yang pertama terkait penguatan kapasitas Asean dan Efektivitas Kelembagaan. Kedua visi komunitas Asean pasca 2025 dan terakhir krisis Myanmar.

Dibidang ekonomi, CSIS juga memberikan catatan mengenai relevansi Asean sebagai kekuatan ekonomi dunia. Sebab dengan hadirnya slogan ini harus menjadi cerminan dari pembangunan negara-negara anggotanya.

“Namun nyatanya belum terlihat kesiapan Asean. Ini bisa terlihat dari ketidakpastian dan disrupsi rantai pasok akibat tensi geopolitik yang diproyeksikan akan semakin memanas,” kutip isi dari release CSIS.

Begitu pula dengan deliverables dan leader declaration bidang ekonomi, CSIS melihat dalam konteks penguatan kerja sama ekonomi, apa yang dihasilkan KTT Asean Minggu lalu hanya secara parsial meng-adress isu prioritas ekonomi. Sedangkan pilar pemulihan dan pembangunan kembali tampaknya tidak dibahas secara spesifik di Labuan Bajo.

Hal yang sama juga terlihat di pembangunan ekosistem mobil listrik dan konektivitas pembayaran di kawasan. Kedua pembahasan tersebut masih terlihat kurang mencerminkan semangat pembangunan kawasan dikarenakan hanya mempertimbangkan perkembangan pembangunan di sebagian kecil negara anggota Asean saja.