Jakarta, GPriority.co.id – Indonesia dan Kanada telah merampungkan secara substansif perjanjian dagang Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA). Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengungkapkan sejumlah keuntungan dalam perjanjian tersebut.
Penandatanganan itu dilakukan Mendag Budi Santoso beserta Menteri Promosi Ekspor, Perdagangan Internasional, dan Pembangunan Ekonomi Kanada Mary Ng di Jakarta pada Senin (2/12).
“Yang pertama, perdagangan barang. Mendapatkan liberalisasi hingga 90,5% dari total tarif biaya masuk Kanada dengan nilai perdagangan sebesar US$ 1,4 miliar,” ungkap Budi.
Budi menyebut, beberapa produk prioritas Indonesia yang mendapat akses pasar dari Kanada adalah tekstil, kertas dan turunannya, kayu dan turunannya, makanan olahan, sarang burung walet, dan kelapa sawit.
Kedua, kata Budi perdagangan jasa. Menurutnya, ICA-CEPA menjamin preferential treatment bagi penyedia jasa Indonesia termasuk sektor jasa seperti jasa bisnis, telekomunikasi, konstruksi, pariwisata, dan transportasi.
“Tiga, investasi. Pembukaan akses pasar di sektor manufaktur, pertanian, perikanan, kehutanan, pertambangan, dan penggalian, serta infrastruktur energi,” tuturnya.
Terakhir, ICA-CEPA menghasilkan komitmen lainnya yaitu terkait hak kekayaan intelektual, praktik regulasi yang baik, e-commerce, persaingan usaha, usaha kecil menengah, pemberdayaan ekonomi perempuan, lingkungan, dan ketenagakerjaan.
“Saya mengajak kepada pelaku usaha dari seluruh negeri untuk memanfaatkan momen yang positif dan bekerjasama demi menghasilkan manfaat yang nyata bagi masyarakat,” ucap Budi.
Untuk diketahui, Indonesia sendiri merupakan mitra dagang terbesar ke-22 Kanada di seluruh dunia dan ketiga terbesar di antara negara-negara Asia Tenggara.
Pada tahun 2023, perdagangan barang dua arah antara Kanada dan Indonesia bernilai 5,1 miliar dollar Kanada (Rp57,6 triliun), sementara ekspor barang Kanada ke Indonesia bernilai 2,3 miliar dollar Kanada (Rp25,9 triliun). Hal ini menjadikan RI sebagai pasar ekspor terbesar Kanada pada tahun tersebut di antara anggota ASEAN.
Foto: GPriority/Dimas A Putra
