Jakarta, GPriority.co.id – Pernahkah anda menonton serial kartun yang sama dengan berbagai bahasa, dan menemukan fakta jika nama tokoh kartunnya berbeda-beda?
Di Indonesia, kartun dan animasi yang umumnya kita tonton berasal dari berbagai negara seperti Jepang, Amerika, dan masih banyak lagi.
Karena diimpor, terdapat banyak judul dan nama tokoh kartun yang dilokalisasi ke negara tempatnya ditayangkan.
Tidak hanya sekedar nama, visual bahkan budayanya juga kadang disesuaikan dengan negara tempat penayangannya.
Contohnya saja seperti Doraemon yang makan dengan menggunakan garpu jika di Indonesia. Padahal di negara asalnya Jepang, visualnya Doraemon menggunakan sumpit saat makan.

Begitupun dengan Ksatria Baja Hitam yang ternyata nama aslinya adalah Kamen Rider. Diberi nama Ksatria Baja Hitam karena kostumnya yang terbuat dari baja, dan identik dengan kekuatan.
Contoh lain lagi seperti Paman Gober dalam serial Donald Duck. Padahal nama asli tokoh kartun tersebut adalah Scrooge McDuck. Di Korea Selatan juga karakter Shin Chan ternyata namanya berubah jadi Shin Jjanggu. Sementara di Arab Saudi, Detective Conan dipanggil Al-Muhaqqiq Konan.
Karakter ikonik Powerpuff Girls juga memiliki nama yang berbeda-beda di beberapa negara. Jika di Amerika nama 3 karakternya Blossom, Bubble, dan Buttercup, maka di Italia namanya menjadi Lolly, Dolly, dan Molly.
Usut punya usut, tujuan utama dari lokalisasi ini yaitu untuk menghilangkan hambatan budaya dan bahasa. Selain itu, cara ini dianggap bisa membuat target audiens di tiap negara juga menjadi lebih relate.
Sayangnya, tak sedikit juga yang menganggap jika perubahan nama karakter ini dapat menghilangkan latar belakang asli dari animasinya, hingga membuat orang yang menonton menjadi bingung.
Foto : YouTube / What The Fact!
