Mengapa Puasa Berat Badan Malah Naik?

Puasa dilakukan dengan cara menahan lapar dan haus selama seharian penuh, hal tersebut juga membuat sebagian orang menjadikan puasa sebagai ajang untuk melakukan diet.

Namun, bukannya berat badan turun, banyak orang yang mengeluhkan berat badannya naik saat menjalankan puasa, padahal dirinya sendiri tak makan dan minum selama seharian. Hal tersebut tentunya bukan tanpa alasan, melainkan ada hal yang memang tanpa kita sadari melakukan hal-hal yang keliru dan membuat berat badan naik saat berpuasa.

Berikut ini beberapa perilaku yang membuat berat badan naik saat menjalankan puasa.

1. Makan Berlebihan Saat Berbuka

Kebiasaan yang satu ini tanpa kita sadari dapat membuat berat badan naik. Karena dirasa sudah berpuasa selama seharian, banyak orang yang menganggap buka puasa merupakan ajang untuk balas dendam dengan memakan semua menu yang ada tanpa henti, seperti gorengan, kolak, sirup, makanan pedas, hingga menu utama. Padahal, bila seseorang terlalu banyak mengasup minuman manis, sama halnya dengan menumpuk kalori berlebih dalam tubuh. Tak hanya menyebabkan berat badan naik saat berpuasa, bahkan bisa menyebabkan berbagai macam penyakit.

Ada baiknya membatalkan puasa dengan makanan ringan terlebih dahulu, seperti mengonsumsi buah, salad, sup, dan takjil lainnya, atau memakan tiga buah kurma dan air putih sebagai pembuka makanan puasa. Makanan-makanan tersebut cukup mengenyangkan dan juga rendah kalori.

Sebenarnya ada aturan makan yang jelas dari para ahli ketika berpuasa, seperti membagi asupan kalori untuk berbuka dan sahur. Dari jumlah 2.000 kalori yang dibutuhkan rata-rata orang, cobalah untuk membagi asupan tersebut. Misalnya, sahur sebanyak 40 persen, berbuka 50 persen, dan cemilan selesai salat tarawih sebanyak 10 persen.

2. Kurang Olahraga

Tak sedikit orang merasa malas berolahraga saat berpuasa, alasannya sederhana yaitu kurangnya energi dan badan menjadi lemas. Belum lagi rasa kantuk yang sering menyerang saat menjalankan puasa ,banyak orang yang memilih menghabiskan waktunya berada diatas kasur ketimbang berolah raga. Padahal tubuh juga perlu mengontrol berat badan setelah mengonsumsi banyak kalori saat berbuka puasa, dengan melakukan aktivitas fisik seperti olahraga.

Lewat olahraga kalori yang berlebih bisa dibakar melalui proses metabolisme sehingga tidak menumpuk di dalam tubuh. Puasa makan dan minum bukan berarti puasa juga untuk berolahraga. Kita bisa melakukan olahraga ringan seperti bersepeda, atau jogging sambil ngabuburit di sore hari.

3. Kurang Tidur

Banyak orang yang takut tidak bangun di waktu sahur, memilih untuk begadang semalaman sampai waktunya sahur, baru tidur. Hal ini sangat berbahaya untuk kesehatan, dan tentunya bisa membuat berat badan malah naik saat puasa. Ketika kita mengalami gangguan tidur, hal tersebut akan berpengaruh terhadap proses metabolisme tubuh dan kontrol nafsu makan.

Gangguan tidur bisa memengaruhi hormon leptin yang berfungsi mengatur metabolisme tubuh dan kontrol nafsu makan. Ketika kadar hormon ini terlalu tinggi, maka tubuh akan mengalami gangguan terhadap persepsi rasa kenyang. Tubuh akan terus-menerus merasa lapar meskipun telah mengasup berbagai makanan.

4. Langsung Tidur Setelah Sahur

Tidur setelah makan menimbulkan efek negatif bagi kesehatan, baik jangka pendek maupun panjang. Pasalnya, saluran pencernaan belum sempat memproses makanan yang dikonsumsi sebelum tidur. Hal inilah yang menjadi faktor timbulnya gangguan pencernaan dan penyerapan nutrisi di dalam tubuh. Imbasnya, makanan yang masuk tidak mampu menghasilkan energi yang dibutuhkan tubuh dan menumpuk hingga menimbulkan lemak yang membuat berat badan naik.(Dwi)

Related posts