Mengenal 5 Istilah Penting dalam Ibadah Haji, dari Arafah hingga Nafar Akhir

Ilustrasi pelaksanaan ibadah haji/Foto : Dok. Istimewa Ilustrasi pelaksanaan ibadah haji/Foto : Dok. Istimewa

Jakarta, GPriority.co.id – Ibadah haji memiliki banyak istilah yang sering terdengar setiap musim haji tiba. Bagi calon jemaah maupun masyarakat umum, memahami istilah-istilah dalam rangkaian ibadah haji menjadi penting agar lebih memahami proses pelaksanaan rukun Islam kelima tersebut.

Salah satu istilah paling dikenal adalah Arafah. Arafah merupakan tempat dilaksanakannya wukuf pada 9 Zulhijah, yang menjadi puncak ibadah haji. Rasulullah SAW bahkan menyebut “haji adalah Arafah”, menandakan pentingnya prosesi ini dalam seluruh rangkaian haji. Jamaah akan berdiam diri, berdoa, dan bermunajat sejak tergelincir matahari hingga menjelang Magrib.
Selanjutnya ada istilah Tarwiyah, yaitu hari pada 8 Zulhijah ketika sebagian jamaah mulai bergerak menuju Mina untuk mempersiapkan diri sebelum wukuf di Arafah. Dalam praktiknya, tarwiyah identik dengan bermalam atau mabit awal di Mina sebagai bagian dari persiapan ibadah haji.

Istilah lain yang juga penting adalah Mabit. Secara bahasa, mabit berarti bermalam. Dalam ibadah haji, mabit dilakukan di Muzdalifah dan Mina. Jamaah biasanya bermalam di Muzdalifah setelah wukuf di Arafah, kemudian melanjutkan mabit di Mina pada hari-hari tasyrik sambil menjalankan lempar jumrah. Mabit termasuk salah satu wajib haji yang dianjurkan untuk dilaksanakan sesuai ketentuan syariat.

Kemudian terdapat istilah Al-Jamarat atau lempar jumrah. Prosesi ini dilakukan dengan melempar batu kerikil ke tiga titik jumrah, yakni Jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah di Mina. Ritual tersebut melambangkan perlawanan terhadap godaan setan serta menjadi bagian penting dalam rangkaian ibadah haji.

Dalam pelaksanaannya, jamaah juga mengenal istilah Nafar Awal dan Nafar Akhir atau nafar tsani. Nafar awal adalah pilihan jamaah untuk meninggalkan Mina lebih cepat, yakni pada 12 Zulhijah sebelum matahari terbenam setelah menyelesaikan lontar jumrah. Sementara nafar akhir dilakukan dengan bermalam lebih lama di Mina hingga 13 Zulhijah sebelum meninggalkan kawasan tersebut. Kedua pilihan ini sama-sama diperbolehkan dalam syariat Islam.

Memahami istilah-istilah haji bukan hanya membantu calon jamaah dalam menjalankan ibadah dengan benar, tetapi juga memperkaya pengetahuan umat Islam mengenai makna spiritual di balik setiap rangkaian ibadah di Tanah Suci.