Menkes Imbau Masyarakat Hindari Sirup Merah Saat Berbuka, Pilih Air Kelapa

Minuman sirup merah yang biasa disajikan saat berbuka puasa/Foto iStock

Jakarta, GPriority.co.id – Iklan minuman sirup berwarna merah saat bulan Ramadan marak berseliweran di media sosial hingga televisi nasional. 

Promosi yang masif tersebut kerap menggoda masyarakat untuk membeli dan menyajikannya sebagai menu berbuka puasa bersama keluarga. Rasanya yang manis dan segar membuat minuman ini banyak diminati.

Fenomena tersebut mendapat sorotan dari Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin. Ia menilai kebiasaan mengonsumsi sirup merah saat berbuka puasa kurang baik bagi kesehatan karena kandungan gulanya yang tinggi.

Menurut Budi, masyarakat sebaiknya tidak mudah terpengaruh iklan. Ia menyarankan agar minuman manis tersebut diganti dengan pilihan yang lebih sehat, seperti air kelapa.

“Siapa yang kemakan iklan kalau buka pusa harus minum sirup merah? Minum ini tidak benar dan tidak sehat. Manis bener tau. Oleh karena itu, kita harus minum yang lebih sehat, yaitu air kelapa,” kata Budi, dikutip dari akun Instagram Kementerian Kesehatan, Jumat (27/2).

Budi menjelaskan, selama berpuasa tubuh mengalami dehidrasi akibat tidak adanya asupan cairan dalam waktu yang cukup lama. Karena itu, penting untuk mengonsumsi minuman yang mampu mengembalikan cairan dan elektrolit tubuh.

“Selama kita puasa, tubuh kita mengalami dehidrasi. Itu sebabnya kita mesti minum air kelapa. Kenapa? Air kelapa kaya akan elektrolit,” ucapnya.

Ia menambahkan, air kelapa juga mengandung gula alami yang dapat membantu memulihkan energi setelah seharian berpuasa. Selain itu, sifatnya yang cenderung basa dinilai dapat membantu menetralisir asam lambung.

“Air kelapa juga mengandung gula alami untuk energi kita. Air kepala sifatnya juga basa, sehingga dia bisa menetralisir asam lambung kita,” pungkas Budi.