Menperin Ajak Masyarakat Indonesia Belanja Batik: Bangga Buatan Indonesia Belum Cukup!

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita saat sambutan di acara Gelar Batik Nusantara 2025 di Pasaraya Blok M, Jakarta pada Rabu (30/7). Foto: GPriority/Dimas A Putra Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita saat sambutan di acara Gelar Batik Nusantara 2025 di Pasaraya Blok M, Jakarta pada Rabu (30/7). Foto: GPriority/Dimas A Putra

Jakarta, GPriority.co.id – Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan bangga buatan Indonesia belum cukup, jika tak dibarengi membeli produk dalam negeri salah satunya batik.

“Bangga buatan Indonesia yang didalamnya ada budaya Indonesia, seperti batik, berbangga saja tidak cukup.Orang bangga belum tutup belanja, bener kan? bangga-bangga-bangga tapi belum tentu belanja (produk lokal),” kata Agus dalam acara Gelar Batik Nusantara (GBN) 2025 di Pasaraya Blok M, Rabu (30/7).

Yang terpenting, menurut Agus, adalah menghidupkan ekonomi dalam negeri dengan belanja buatan Indonesia termasuk batik.

“Karena dengan belanja itu kontribusi konkret kita untuk melestarikan ekosistem dari kebudayaan nasional termasuk batik. Kemudian tentu juga menumbuhkan ekonomi di tingkat grassroot dalam hal ini adalah para penerajin batik itu sendiri,” tuturnya.

Dalam pameran ini, Agus mengajak seluruh tamu undangan untuk menyisihkan uangnya untuk membeli batik.

“Disini saya lihat ada 300an undangan, kalau kita bisa matematik setiap undangan disini at least belanja 1 juta rupiah hari pertama kita bisa mencetak transaksi 300 juta rupiah,” sebut Agus.

Agus mengatakan Kemenperin mendorong agar industri kecil menengah batik terus terlindungi.

Menurut data BPS, pada tahun 2024 ada hampir 6000 industri batik dan sekitar 200 sentra batik tersebar di 11 provinsi utama, termasuk Jawa Tengah, Jawa Timur dan juga Yogyakarta.

Selain itu, berdasarkan data Asosiasi Perajin dan Pengusaha Batik Indonesia (APPBI) jumlah pengrajin batik di Indonesia diperkirakan 150 ribu orang pada tahun 2020.

Namun pada saat pandemi covid-19, terjadi penurunan signifikan kurang lebih 38 ribu dari pengrajin batik nasional.

“Dan bukan hanya karena covid karena tantangan generasi dan peralihan profesi di luar pengrajin batik,” ungkapnya.

Maka itu, Agus mengajak masyarakat untuk mengunjungi serta berbelanja di pameran GBN 2025.

“Karena dengan belanja, dengan belanja batik kita bisa melindungi para penerajin batik Indonesia,” ucapnya.

Sebagai informasi, GBN 2025 digelar selama 5 hari pada 30 Juli-3 Agustus 2025. Pameran ini menghadirkan lebih dari 200 booth UMKM batik dan kuliner Nusantara.