Minta Bertemu Prabowo, Ini 5 Tuntutan Pengemudi Ojol Pada Aksi Demo Ojol 217

Para pengemudi ojol menyerukan 5 tuntutan pada aksi demo ojol 217/Foto : GPriority (Nindya Farhah Azzahrah) Para pengemudi ojol menyerukan 5 tuntutan pada aksi demo ojol 217/Foto : GPriority (Nindya Farhah Azzahrah)

Jakarta, GPriority.co.id – Ribuan pengemudi ojol kembali memadati kawasan Istana Negara dan Monumen Nasional (Monas) pada Senin (21/7), dan mengadakan aksi demo ojol 217.

Terpantau oleh tim GPriority di lokasi demo, para pengemudi ojol ini serentak mematikan aplikasi (off bid) alias mogok massal. Mereka secara masif memprotes kebijakan pemerintah yang dinilai tak berpihak kepada para pengemudi ojol.

Dikutip dari beberapa laporan, Raden Igun Wicaksono selaku Ketua Umum Gabungan Aksi Roda Dua Indonesia (Garda Indonesia) mengatakan jika aksi demo ojol 217 diikuti oleh sekitar 50.000 pengemudi kumpulan dari berbagai platform transportasi online.

“Kami datang untuk menyuarakan isi hati dan keluhan. 10 tahun kami ditindas oleh aplikator dan pemerintah menutup mata untuk itu,” ujar seorang pendemo.

Dalam kesempatan tersebut, mereka juga meminta bertemu Presiden Prabowo dan mengancam akan melakukan aksi lebih besar lagi jika tidak ada solusi.

“Tolong bantu kami ketemu dengan Bapak Presiden Prabowo. Jika kami tidak ketemu, kami akan melakukan aksi yang lebih besar lagi dan ini tidak akan pernah ada selesainya pak,” lanjutnya.

Aksi demo ojol 217 merupakan bentuk kekecewaan para pengemudi ojol yang menilai pemerintah, terkhusus Kementerian Perhubungan yang dianggap lamban dalam menindaklanjuti aspirasi para pengemudi ojol.

Lebih lanjut, 5 tuntutan para pengemudi ojol pada aksi demo ojol 217 diantaranya terkait regulasi khusus tranportasi online, komisi 90:10 antara pengemudi dan pihak aplikator, penetapan tarif layanan pengantaran, audit investigatif menyeluruh pada bisnis perusahaan aplikator, serta penghapusan fitur yang merugikan driver.