Jakarta, GPriority.co.id – Dampak kekejaman genosida yang dilakukan oleh Zionis Israel terhadap seluruh penduduk Palestina menyebabkan seluruh tempat tinggal mereka hancur tidak bersisa. Tidak hanya itu, ketersediaan pangan dan pakaian juga sangat terbatas, terutama dalam menghadapi musim dingin di Gaza, Palestina.
Di Jalur Gaza, kondisi para pengungsi semakin memburuk akibat cuaca dingin, membuat mereka terpaksa mencari kehangatan di dalam tenda pengungsian yang penuh sesak. Dengan peralatan yang terbatas, mereka mencoba membuat api tidak hanya untuk menghangatkan diri tetapi juga untuk keperluan memasak.
Banyak pengungsi Palestina yang telah berusaha keras, menghadapi keterbatasan tidak hanya dalam persediaan makanan dan air, tetapi juga dalam cara mereka mempersiapkan makanan.
Sebagai informasi, jumlah korban warga Palestina yang tewas akibat serangan Zionis Israel di Jalur Gaza terus meningkat, mencapai 22.722 orang, menurut pernyataan Kementerian Kesehatan Gaza pada Sabtu.Dalam 24 jam terakhir, Zionis Israel melaporkan membunuh 122 warga Palestina dan melukai 256 orang lainnya, sehingga total kematian mencapai 22.722 dan cedera menjadi 58.166 sejak 7 Oktober 2023.
Perlu diketahui, Israel melancarkan serangan di wilayah Tepi Barat, Palestina, yang mengakibatkan kematian sekitar 6 orang. Melansir melalui, WAFA, kantor berita resmi Palestina, melaporkan bahwa pada Minggu pagi, Israel mengerahkan pasukan militer secara besar-besaran, termasuk masuk ke kota Jenin.
Kekerasan di Tepi Barat meningkat setelah serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023, menyebabkan sekitar 1.140 kematian. Israel merespons dengan serangan tanpa henti dan invasi darat di Gaza, yang telah menewaskan minimal 22.722 orang, terutama wanita dan anak-anak. Serangan Israel juga melibatkan Tepi Barat, dengan setidaknya 327 warga Palestina tewas di sana sejak konflik dimulai.
Foto: Istock
