Mulai Dari Anda! Lawan Pelecehan Seksual di Dunia Digital

Gowa,Gpriority-Pelecehan seksual di dunia digital pada saat ini tengah marak. Mulai dari ucapan tak senonoh hingga postingan gambar yang pastinya membuat malu pelaku. Berbekal alasan itulah, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Dyandra Promosindo dan Siberkreasi mengangkatnya menjadi sebuah tema “Stop di Kamu! Lawan Pelecehan Seksual di Media Digital” di dalam Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi. Ke-3 lembaga ini berharap setelah webinar yang digelar secara terpusat di Gowa, Sulawesi Selatan pada 23 Agustus 2021, para peserta yang berjumlah 945 bisa menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari serta membagi ilmu yang didapatnya kepada orang disekitarnya.

Webinar ini dipandu oleh Erna Virnia sebagai moderator dan menghadirkan empat narasumber, yaitu pewarta LKBN Antara, Fauzi Lamboka; mahasiswi, Cika Meluwu; pegiat kesetaraan pendidikan, Muhammad Nur; dan penulis Wiwiek Dwi Endah. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. “Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” kata Presiden.

Pemateri pertama, Fauzi Lamboka, membawakan tema “Internet Positif, Aman, dan Kreatif”. Ia menjelaskan mengenai konsep internet positif, tujuan berinternet positif, dan tips aman berinternet. “Akses konten yang menambah ilmu pengetahuan, jangan klik tautan mencurigakan, jangan sembarang berbagi foto atau informasi pribadi, periksa privasi secara berkala, perhatikan jejak digital, jaga etika komunikasi, dan jangan kirim konten berbau SARA,” pesannya.

Berikutnya, Cika Meluwu menyampaikan materi berjudul “Digital Ethics: Pelecehan Seksual di Dunia Digital”. Ia menyebut pelecehan seksual daring sebagai kekerasan berbasis gender online (KBGO). Tindakan pelaku KBGO berdampak pada psikis korban, kehidupan sosialnya, bahkan ekonomi. “Jika terindikasi KBGO, abaikan, blokir, dan laporkan. Jika terjadi pada orang lain, jangan abaikan. Beri dukungan moral,” ucapnya.

Sebagai pemateri ketiga,  Muh. Nur membawakan tema “Mengenalkan Budaya Indonesia Melalui Literasi Digital”. Nur mempresentasikan wujud keragaman budaya Indonesia, fungsi kebudayaan bagi masyarakat, dan strategi membuat budaya Indonesia menjadi gaya hidup di dunia digital. “Misalnya melalui lagu, berbagi foto objek wisata menarik yang dikunjungi, dan film,” terangnya.

Adapun pemateri terakhir, Wiwiek Dwi Endah, menyampaikan tema “Digital Safety: Berani Lapor Kejahatan Siber”. Ia menyampaikan, pelecehan seksual di dunia maya bisa berupa pelecehan seksual verbal, nonverbal, fisik, child grooming, sampai meminta korban melakukan tindakan asusila. “Jangan ragu melaporkan apapun bentuk pelecehan seksual di dunia maya,” tegasnya.

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, moderator melanjutkan kegiatan dengan sesi tanya jawab yang disambut antusias oleh peserta. Panitia memberikan uang elektronik senilai masing-masing Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih. Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi.

“Bagaimana jika kita mengetahui kerabat dekat ternyata pelaku pelecehan seksual? Apakah kita berhak melaporkan kasusnya jika korban menolaknya?” tanya Nita Aulia Asrul, salah satu peserta webinar. Wiwiek Dwi Endah menegaskan agar tetap melaporkan tindakan tersebut, meskipun pelakunya adalah orang terdekat. “Jangan disimpan. Bisa jadi dia bukan hanya pelaku bagi orang dekat, tetapi bisa menjadi pelaku untuk orang jauh. Jangan takut melaporkan,” imbuhnya.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan  materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi. (Hs.Foto.dok.DyandraPromosindo)

 

Related posts