Pak Tani Mari Coba Tanam Padi Jajar Legowo


Tanam jajar legowo adalah sebuah sistem pola bertanam dengan berjarak dan berselangseling antara dua atau lebih baris tanaman padi, diselingi satu baris kosong. Legowo berasal dari bahasa jawa, yaitu lego berarti luas dan dowo berarti panjang.

Tujuan dari sistem tanam ini adalah memperbanyak tanaman yang berada di pinggir petakan dengan harapan pertumbuhannya lebih bagus dan hasilnya lebih tinggi. Jika rumpun padi yang berada di pinggir semakin banyak maka hasilnya juga akan lebih banyak.

Selain itu, tujuan lain dari penerapan sistem ini di antara lain:
1. Memanfaatkan radiasi matahari pada tanaman yang terletak di pinggir petakan, sehingga diharapkan seluruh pertanaman memperoleh efek pinggir (border effect),
2. Memanfaatkan efek turbulensi udara yang bila dikombinasikan dengan sistem pengairan basah-kering berselang maka dapat mengangkat asam-asam organik tanah yang berbahaya bagi tanaman dari bagian bawah ke bagian atas (menguap),
3. Meningkatkan kandungan karbon dioksida (CO2) dan hasil fotosintesis tanaman,
4. Memudahkan dalam pemupukan dan pengendalian tikus,
5. Meningkatkan populasi tanaman per satuan luas.

Berdasarkan informasi dari laman resminya, salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman adalah jarak tanam. Jika jarak tanam rapat, maka mengakibatkan persaingan antar individu tanaman karena sinar matahari yang diterima sedikit, akibatnya varietas tidak tumbuh optimal. Maka dari itu jarak tanam yang lebar lebih bagus dibandingkan jarak tanam rapat.

Baris tanaman padi pada jajar legowo berbeda-beda, adanya disebut legowo 2:1, terdiri dari dua baris padi diselingi dengan satu baris kosong, ada juga legowo 4:1 dan seterusnya.

Menurut penelitian, dengan menggunakan jajar legowo 2:1, populasinya meningkat sekitar 33%. Jika pola konvensional hanya menghasilkan populasi tanam 160.000 rumpun/ha, maka untuk sistem tanam legowo 2:1 mampu menghasilkan populasi tanaman 213.300 rumpun/ha.

Pengaturan populasi tanaman dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan dan keinginan petani dengan pertimbangan tingkat kesuburan tanah dan ketinggian tempat, sebagai berikut :

– Sistem Jajar Legowo 2:1 dengan jarak tanam 25 x 12,5 x 50 cm, maka jumlah populasi tanaman adalah 21 rumpun per m2 atau sekitar 210.000 rumpun per ha.
– Sistem Jajar Legowo 2:1 dengan jarak tanam 30 x 15 x 40 cm, maka jumlah populasi tanaman adalah 30 rumpun per m2 atau 300.000 rumpun per ha.
– Sistem Jajar Legowo 2:1 dengan jarak tanam 20 x 10 x 40 cm, maka jumlah populasi tanaman adalah 33 rumpun per m2 atau 330.000 rumpun per ha. (Dwi.foto.dok.Kementan)

Related posts