Gangguan Sleep Apnea Picu Kematian Mendadak

Sleep Apnea (Obstructive Sleep Apnea) merupakan gangguan tidur yang diakibatkan karena penyumbatan saluran pernafasan yang membuat seseorang berhenti bernafas beberapa kali ketika tidur.

Penderita sleep apnea dapat berhenti bernapas selama sekitar 10 detik sebanyak ratusan kali selama tidur, atau bahkan pada kondisi ektrem bisa terjadi berulang setiap 30 detik. Hal tersebut sangatlah berbahaya karena menyebabkan tubuh kekurangan oksigen.

Hal yang lebih serius, sleep apnea bisa memicu kematian mendadak. Sebuah studi dari Mayo Clinic menunjukkan bahwa orang dengan sleep apnea lebih mungkin meninggal mendadak karena gangguan denyut jantung ketika tidur. Pada populasi umum, kematian mendadak sering terjadi beberapa jam setelah bangun tidur.

Untuk gejalanya, penderita yang mengalami gangguan tidur apnea akan mendengkur atau ngorok terlalu kencang, sering buang air kecil saat tengah malam, menggertakan gigi ketika tidur, dan mulut kering.

Selain itu, karena penderita mengalami kualitas tidur yang kurang baik pada malam hari, alhasil pengidap akan mengalami pusing, kurang konsentrasi, tubuh tidak segar, dan merasakan kantuk yang berlebihan pada siang hari.

Apnea tidur dapat terjadi pada siapa saja, bahkan pada anak-anak sekalipun. Namun seseorang akan lebih berisiko terkena sleep apnea jika memiliki beberapa faktor risiko, yaitu berjenis kelamin laki-laki, berusia 40 tahun ke atas, memiliki amandel dan lidah yang besar atau rahang yang kecil, adanya hambatan pada hidung akibat tulang hidung yang bengkok, memiliki penyakit alergi atau gangguan sinus, merokok, kecanduan alkohol, dan minum obat tidur.

Sleep apnea dapat diatasi dengan menerapakan gaya hidup yang sehat, diantaranya:

1. Menurunkan berat badan. Kelebihan berat badan dapat menyebabkan jaringan lemak di sekitar leher dan perut yang mengganggu pernapasan.

2. Obat-obatan dan alkohol akan mengendurkan otot lidah dan tenggorokan.

3. Mengubah posisi tidur untuk memperbaiki pernapasan. Para ahli menyarankan untuk tidur dalam posisi miring agar pernapasan lebih lancar.

4. Menghindari tidur telentang. Tidurlah dengan posisi miring agar saluran pernapasan tidak terhalang jaringan lemak di saluran tenggorokan.

5. Berhenti Merokok. Merokok dapat meningkatkan pembengkakan di saluran napas bagian atas yang dapat memperburuk masalah mendengkur dan apnea. (Dwi.foto.dok.istimewa)

Related posts