Jakarta, GPriority.co.id – Papua kini menjadi pusat perhatian dalam upaya nasional pemberantasan malaria, setelah mencatat hampir 90 persen dari total kasus malaria di Indonesia. Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan menekankan pentingnya kerja lintas sektor untuk mempercepat eliminasi malaria, terutama di wilayah Papua yang masih menjadi tantangan utama.
Plt Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit Kemenkes RI, drg. Murti Utami, MPH menyampaikan bahwa meskipun sebagian besar wilayah Indonesia telah bebas malaria, Papua masih menyumbang beban tertinggi.
“Kita sudah progress. Namun, kita tetap menghadapi tantangan yang sangat besar. Karena untuk area Tanah Papua sendiri, kita belum mencapai eliminasi,” ujarnya dalam pertemuan Asia Pacific Leaders Malaria Alliance (APLMA) ke-9 di Bali, Senin (16/6).
Dari 514 kabupaten/kota di Indonesia, sebanyak 407 di antaranya telah dinyatakan bebas malaria. Namun, 90 persen kasus nasional saat ini terkonsentrasi di 14 kabupaten di Papua. Untuk itu, Kemenkes melibatkan para gubernur di Tanah Papua serta pemangku kepentingan lintas sektor dalam forum APLMA.
“Malaria tidak bisa dilakukan oleh sektor kesehatan sendiri. Peran pemerintah daerah sangat penting, termasuk keterlibatan TNI-Polri dalam pengendalian di daerah sulit,” tambah Murti.
Forum APLMA yang berlangsung pada 16–17 Juni ini juga dihadiri Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono, yang kini menjabat sebagai Penasihat Khusus untuk Isu Malaria di kawasan Asia Pasifik. Dalam forum ini, Indonesia menegaskan komitmen untuk mencapai eliminasi malaria nasional pada 2030.
CEO APLMA, Dr Shartak, menyebut Indonesia memiliki posisi strategis karena mewakili seluruh spektrum status malaria dari wilayah yang sudah bebas hingga daerah dengan beban tinggi.
“Indonesia mencerminkan tantangan penuh dalam eliminasi malaria. Ini bukan soal teknis, tapi soal kemauan politik dan pendanaan yang kuat,” kata Shartak.
Intervensi yang diterapkan meliputi skrining massal, pengobatan, pengendalian vektor, serta pendekatan multisektor termasuk pelibatan sektor lingkungan hidup. Pendekatan ini bertujuan memutus rantai penularan, bukan hanya membasmi nyamuk.
Dalam sesi teknis, kabupaten/kota yang berhasil mencapai eliminasi malaria menerima penghargaan, sementara dukungan dari mitra internasional seperti Asian Development Bank (ADB) turut dibahas.
Melalui sinergi antarinstansi dan dukungan internasional, pemerintah berharap Papua tidak lagi menjadi episentrum, tetapi menjadi contoh sukses eliminasi malaria di Asia Pasifik.
Foto: dok.Kemenkes
