Jakarta, GPriority.co.id – Pemerintah Indonesia melalui Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita, siap mengembangkan mobil hidrogen.
Dengan menggunakan konsep green mobility yang dapat mendukung mobilitas berkelanjutan, mobil hidrogen menjadi salah satu alternatif kendaraan ramah lingkungan di Indonesia.
Mobil hidrogen sendiri menggunakan teknologi bernama fuel cell. Dengan teknologi tersebut, dapat merubah hidrogen menjadi listrik, serta menghasilkan emisi nol dengan uap air sebagai limbah.
Fuell Cell Electric Vehicle (FCEV) ini juga memiliki keunggulan dari segi pengisian bahan bakarnya yang lebih cepat jika dibandingkan dengan mobil listrik baterai (BEV).

Di sisi lain, jarak tempuhnya juga lebih jauh. Jka umumnya mobil listrik di Indonesia bisa menempuh jarak hingga 519 km, seperti merk Hyunadi Ioniq 6, namun mobil hidrogen memiliki jarak tempuh yang lebih jauh.
Menperin Agus juga mengatakan jika pengembangan ekosistem baru pada sektor otomotif dapat berpotensi menarik investor baru. Terlebih, saat ini dunia tengah fokus memperbaiki lingkungan. Salah satunya dengan mengubah mobilitas yang lebih ramah lingkungan. Sehingga, kehadiran mobil hidrogen dinilai dapat membuat posisi Indonesia semakin kuat pada sektor industri otomotif.
Sebagai informasi, kini pemerintah tengah merancang roadmap untuk mobil jenis ini. Namun implementasinya masih terbatas pada studi, edukasi, serta infrastruktur awal.
“Pengembangan ekosistem juga bertujuan untuk mengurangi ketergantungan kita, atau ketergantungan terhadap impor. Kita ingin lebih mandiri. Oleh karena itu, penting untuk mengembangkan ekosistem kita sendiri selain kendaraan listrik berbasis baterai atau BEV,” ujar Agus.
Foto : Ilustrasi/Epic Energy
