Jakarta, GPriority.co.id – Pj. Bupati Mamuju, Hj. Sitti Sutinah Suhardi, mengusung Kecamatan Palumpang di Kabupaten Mamuju, sebagai wilayah perencanaan pembangunan. Hal ini dilatarbelakangi potensi Kalumpang yang berlimpah.
“Di wilayah Palumpang, potensinya adalah kelapa sawit kurang lebih 10.000 hektare. Kecamatan Palumpang juga berada pada urutan 237 dari 500 top investasi di Indonesia. Nilai investasinya kurang lebih mencapai Rp10 triliun,” ungkap Sutinah pada acara rapat koordinasi lintar sektor di di The Tribrata Darmawangsa Jakarta, Kamis (1/2) kemarin.
Wilayah Perencanaan (WP) Kalumpang, memiliki luas 7.826,44 Ha, yang meliputi sebagian Desa Kalumpang, sebagian Desa Karataun, sebagian Desa Karama, sebagian Desa Tumoga, sebagian Desa Pollo, sebagian Desa Limbong, sebagian Desa Kondo Bula, dan sebagian Desa Makkaliki.
“Isu strategisnya meliputi limitasi pengembangan kawasan, potensi pengembangan ekonomi, perwujudan pola ruang RTRW, isu lingkungan atau pencemaran sungai, konektivitas, jaringan listrik dan telekomunikasi, serta sempadan sungai,” ujarnya.
Selanjutnya, Sutinah juga ingin mewujudukan Kalumpang sebagai pusat kegiatan ekonomi berkelanjutan.
“Tujuan penataan wilayah perencanaan RDTR ini adalah untuk mewujudkan WP Kalumpang sebagai pusat kegiatan ekonomi berbasis pertanian, pariwisata, dan energi yang produktif, juga berkelanjutan serta adaptif terhadap bencana dengan didukung layanan infrastruktur yang andal dan berkualitas,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengutarakan komitmen Pemkab Mamuju untuk berperan aktif menetapkan Peraturan Bupati tentang RDTR Wilayah Perencanaan (WP) Kalumpang yang terintegrasi dengan sistem Online Single Submission (OSS) di tahun 2024.
“Harapannya, dapat memberikan kepastian hukum dalam pemanfaatan ruang pada WP Kalumpang, dan kemudahan bagi pelaku usaha untuk berinvestasi pada Wilayah Perencanaan Kalumpang. Juga nantinya RDTR ini dapat berfungsi perangkat pengendalian dalam mitigasi potensi bencana di WP Kalumpang,” jelasnya.
Foto : GP Nindya
