Pemprov DKI Pastikan Ketersediaan Pangan di Ibu Kota Aman Jelang Nataru

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok/Foto Fifi Abdurahman Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok/Foto Fifi Abdurahman

Jakarta, GPriority.co.id – Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok, menyatakan bahwa ketersediaan pangan di DKI Jakarta menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) dalam kondisi aman.

Hal tersebut disampaikan Hasudungan dalam forum Balkoters Talk bertajuk “Menilik Transformasi Bisnis Dharma Jaya untuk Ketahanan Pangan Jakarta” di Pressroom Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (3/10).

“Jadi untuk beras, kebutuhan selama dua bulan itu kurang lebih 156.745 ton, sementara ketersediaan kita kurang lebih 303.297 ton, jadi cukup ya untuk sampai akhir bulan ini,” kata Hasudungan.

Ia menjelaskan, kebutuhan daging sapi dan daging kerbau selama dua bulan diperkirakan sebanyak 11.999 ton, sedangkan ketersediaan mencapai sekitar 40.418 ton.

Demikian pula dengan daging ayam di DKI Jakarta, lanjut Hasudungan, stoknya dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan selama dua bulan ke depan.

“Bahkan daging ayam ketersediaannya juga lebih melimpah daripada daging sapi karena kebutuhan kita 30.176 ton untuk dua bulan, sementara ketersediaan kita 74.940 ton,” ucapnya.

Hasudungan menambahkan, ketersediaan produk pangan lain seperti cabai rawit merah dan cabai merah keriting juga dalam kondisi aman.

“Karena kebutuhan per dua bulan itu, cabai rawit merah 4.131 ton, sementara stok kita atau ketersediaan 9.272 ton, jadi bisa dipastikan aman. Cabai merah keriting 5.595 ton, sementara ketersediaan 10.641 ton,” jelasnya.

Ia juga memastikan bahwa produk hortikultura lain yang berpengaruh terhadap inflasi daerah, seperti bawang merah dan bawang putih, dalam kondisi mencukupi.

“Untuk gula pasir dan minyak goreng, memang itu secara industrial ya, tidak diproduksi oleh petani,” pungkasnya.

Pewarta : Fifi Abdurahman