Penelitian: Wanita yang Rajin Angkat Beban Lebih Banyak Produksi Kolagen dan Awet Muda

Ilustrasi wanita sedang angkat beban/Foto : Dok. Freepik Ilustrasi wanita sedang angkat beban/Foto : Dok. Freepik

Jakarta, GPriority.co.id – Kabar baik bagi para wanita pegiat angkat beban. Latihan angkat beban atau resistance training kini tak hanya identik dengan pembentukan otot.

Sejumlah penelitian terbaru mengungkap bahwa wanita yang rutin melakukan latihan ini berpotensi memiliki kulit lebih sehat, produksi kolagen meningkat, dan tampak lebih awet muda.

Dalam beberapa tahun terakhir, para ilmuwan mulai meneliti hubungan antara olahraga kekuatan dan kesehatan kulit. Hasilnya cukup mengejutkan. Latihan beban tidak hanya berdampak pada otot, tetapi juga hingga ke lapisan kulit terdalam.

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Scientific Reports menemukan bahwa latihan beban mampu memperbaiki struktur kulit dan melawan tanda penuaan.

Penelitian tersebut melibatkan 56 wanita paruh baya yang menjalani program latihan selama 16 minggu. Hasilnya menunjukkan peningkatan elastisitas kulit serta penebalan lapisan dermis, bagian kulit yang berperan penting dalam produksi kolagen.

Peneliti menyimpulkan bahwa latihan resistensi memiliki efek unik dibandingkan olahraga kardio. Jika kardio membantu kesehatan secara umum, maka angkat beban secara spesifik meningkatkan ketebalan dermis yang cenderung menipis seiring bertambahnya usia.

Dalam laporan tersebut dijelaskan bahwa peningkatan ini berkaitan dengan perubahan faktor dalam darah yang memicu produksi matriks ekstraseluler, termasuk kolagen. Kolagen sendiri merupakan protein utama yang menjaga kulit tetap kencang dan elastis.

Selain itu, penelitian lain menunjukkan bahwa latihan resistensi juga dapat merangsang sintesis kolagen dalam tubuh. Studi yang dimuat di jurnal nutrisi menemukan bahwa aktivitas angkat beban dapat meningkatkan produksi kolagen, terutama ketika dikombinasikan dengan asupan kolagen tertentu.

Para ahli dermatologi juga mengamati fenomena ini secara klinis. Dokter kulit Whitney Bowe menyebut pasien yang rutin melakukan latihan beban cenderung memiliki kualitas kulit yang lebih baik.

“Orang yang memasukkan latihan resistensi ke rutinitas mingguannya cenderung memiliki kulit yang terlihat lebih sehat,” ujar Bowe.

Pendapat serupa disampaikan oleh profesor dermatologi Mona Gohara. Ia menegaskan bahwa latihan ini dapat membantu meningkatkan produksi kolagen.

“Anda bisa mengandalkan hal itu,” ungkapnya, menekankan bahwa efeknya cukup signifikan dalam memperlambat penuaan kulit.

Lebih lanjut, para peneliti juga menemukan bahwa latihan beban dapat menurunkan faktor inflamasi dalam tubuh yang berkontribusi terhadap kerusakan kolagen. Dengan berkurangnya peradangan, proses degradasi kolagen dapat ditekan, sehingga kulit tetap lebih kencang dan tidak mudah keriput.

Tidak hanya itu, latihan ini juga meningkatkan massa otot yang secara visual membantu kulit tampak lebih “terisi”. Dalam analogi sederhana, otot yang berkembang akan membuat kulit terlihat lebih kencang, seperti balon yang terisi penuh udara.

Meski demikian, para ahli menekankan bahwa latihan beban bukan satu-satunya faktor penentu awet muda. Perlindungan dari sinar matahari, pola makan sehat, dan perawatan kulit tetap menjadi bagian penting dalam menjaga kolagen.