Pengamat Ungkap Biang Kerok Penjualan Industri Otomotif RI Melorot

Jakarta, GPriority.co.id – Pengamat Ekonomi, Josua Pardede mengungkapkan ada beragam faktor yang mempengaruhi penjualan otomotif di Indonesia menurun. Salah satunya menyangkut kondisi ekonomi saat ini menunjukkan adanya ketidakpastian, terutama bagi pekerja kelas menengah.

“Ada rasa takut ter-PHK, apalagi dengan kondisi ekonomi saat ini, yang tercermin pada penurunan penjualan barang tahan lama, seperti otomotif dan properti,” kata Josua di Jiexpo Kemayoran, Selasa (18/2).

Akibatnya, kata Josua, penurunan penjualan mobil sangat terkait dengan pengurangan daya beli masyarakat kelas menengah.

Lalu, ada faktor global seperti suku bunga tinggi. Ini berdampak pada penurunan penjualan kendaraan penumpang dan kendaraan komersial.

Selain itu, Josua mengatakan masyarakat kini cenderung memilih mobil berkisar Rp200 juta hingga Rp400 juta. Juga banyaknya yang memilih beli di secondary market.

“Masyarakat tetap membeli tapi beli dengan harga yang lebih murah, yang mungkin segmentasinya Rp200 juta-Rp300 juta, tapi dia berharap dengan spesifikasi dan merek yang sama, dengan dia beli di secondary market,” tutur Josua dilansir Antara.

Kemudian kebijakan PPN 12 persen dan opsen juga mempengaruhi. Meskipun, kebijakan pemerintah terkait insentif, termasuk paket stimulus untuk sektor otomotif, diharapkan dapat memberikan dorongan kepada industri padat karya ini.

“Industri otomotif sangat berhubungan dengan ekonomi, jika industri ini melambat, daya beli masyarakat juga akan terpengaruh,” imbuh Josua.

“Kalau pendapatan masyarakat meningkat, tidak ada gangguan beban hidup, dukungan kemudahan pembiayaan tentu juga akan membuat masyarakat lebih mudah untuk melakukan pembelian mobil,“ tambahnya.

Josua berharap ke depan pemerintah dapat terus menciptakan kebijakan yang lebih fleksibel agar sektor otomotif dapat kembali bergerak.

Menurut data Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia), penjualan wholesales (pabrik ke dealer) pada 2024 mencatatkan angka 865.723 unit, kalau dibandingkan penjualan wholesales 2023, angka mobil yang dipasarkan saat itu mencapai 1.005.802 unit.

Sementara buat penjualan retail (dealer ke konsumen) tahun 2024, mencatatkan angka 889.680 unit. Turun sebanyak 108.379 unit dari penjualan retail di tahun 2023 yang meraih angka 998.059 unit.

Foto: GPriority/Dimas A Putra