Jakarta, GPriority.co.id – Aplikasi kencan, Tinder, akan mewajibkan para penggunanya untuk memperketat verifikasi identitasnya, dengan melakukan video selfie. Kebijakan baru ini ada karena semakin meningkatnya kejahatan di aplikasi kencan dan kecerdasan buatan (AI) yang membuat semakin sulit untuk mengetahui identitas asli.
Aplikasi kencan paling populer di dunia ini juga akan menciptakan fitur-fitur baru, yang dijadwalkan untuk diluncurkan di AS, Inggris, Meksiko, dan Brazil, dalam beberapa minggu dan bulan mendatang.
Fitur-fitur baru ini mengharuskan pengguna Tinder untuk menyerahkan SIM atau paspor yang valid selain video selfie. Persyaratan tersebut adalah syarat bagi pengguna Tinder, untuk mendapatkan tanda centang verifikasi biru.
Nantinya sistem baru Tinder juga akan memeriksa tanggal lahir dan apakah wajah di video tersebut cocok dengan gambar profil dan ID Tinder. Dalam hal ini, Tinder mengatakan pihaknya telah berhasil menguji proses tersebut di Australia dan Selandia Baru, di mana pengguna yang baru terverifikasi mendapatkan kecocokan 67% lebih banyak dibandingkan pengguna yang tidak ikut terverifikasi.
Tinder pertama kali menguji fitur tersebut di Jepang pada tahun 2019, tetapi lonjakan kejahatan baru-baru ini membuat kebijakan baru ini harus segera diberlakukan bagi para pengguna Tinder.
Hampir 70.000 orang dilaporkan menjadi korban penipuan percintaan pada tahun 2022, dengan kerugian finansial tercatat mencapai $1,3 miliar, menurut Komisi Perdagangan Federal. 19 persen penipuan dimulai dari aplikasi kencan, kata agensi tersebut.
“Banyak warga AS di Kolombia telah dibius, dirampok, dan bahkan dibunuh oleh teman kencan mereka di Kolombia. Semakin banyak warga AS yang terpikat ke bar, hotel, dan restoran melalui aplikasi seperti Tinder,” tutur pihak kedutaan Amerika Serikat.
Tinder juga telah memberi tahu penggunanya untuk selalu waspada dan berhati-hati terhadap teman kencan yang dijumpai lewat aplikasi tersebut. Terutama jika bertemu, harus di tempat umum dan bisa juga ikut melibatkan orang terdekat. Jika ada yang tidak beres, seseorang dapat segera meninggalkan kencan tersebut.
Foto : Freepik
