Jakarta, Gpriority.co.id – Hari ini bangsa Indonesia memperingati 81 tahun lahirnya Pancasila. Dalam peringatan tersebut, Presiden menegaskan kembali bahwa Pancasila bukan sekadar dokumen sejarah, melainkan panduan fundamental bagi kehidupan berbangsa, bernegara, dan berekonomi.
Presiden mengingatkan bahwa Pancasila lahir dari sejarah, pengalaman, budaya, dan cita-cita bangsa Indonesia. Sebagai konsensus agung, Pancasila menjadi dasar yang memungkinkan keberagaman suku, bahasa, dan budaya di ribuan pulau bersatu dalam satu bangsa.
“Saya, sebagai Presiden ke-8 dan mandataris rakyat, memiliki tugas sejarah untuk melakukan transformasi bangsa, terutama transformasi ekonomi nasional kita,” ujar Presiden. Menurutnya, transformasi itu harus mengubah sistem ekonomi yang belum berlandaskan Pancasila menjadi ekonomi yang benar-benar Pancasila: religius, berkemanusiaan, dan memperkuat persatuan nasional.
Presiden menekankan bahwa kekayaan alam Indonesia bukan sekadar komoditas ekonomi, tetapi amanah dari Tuhan Yang Maha Kuasa yang harus dikelola secara bertanggung jawab demi kemakmuran rakyat dan keberlanjutan bagi generasi mendatang. “Ekonomi yang berkeadilan sosial adalah tujuan seluruh perjuangan kita,” katanya, seraya menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi harus disertai pemerataan agar kemajuan dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia.
Transformasi besar, kata Presiden, tidak akan berjalan mulus. Pemerintah akan menghadapi tantangan dan rintangan, termasuk potensi perlawanan dari kelompok yang menguntungkan praktik korupsi, penyelundupan, dan tindakan ekonomi ilegal lainnya. Presiden juga memperingatkan adanya kaum yang tidak mencintai tanah air dan berusaha melemahkan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Bangsa yang besar harus berani mengambil keputusan yang benar walaupun sulit, berani membela rakyat,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa pemerintah tidak boleh mewariskan kemudahan jangka pendek yang mengorbankan masa depan anak cucu.
Presiden optimistis bahwa bila Pancasila dijalankan sungguh-sungguh dalam politik, sosial, hukum, budaya, dan terutama ekonomi, Indonesia akan menjadi negara maju dan makmur serta dihormati oleh bangsa-bangsa lain. Ia mengakhiri sambutannya dengan ajakan bersama: menjaga, mengamalkan, dan mewujudkan Pancasila untuk Indonesia yang adil, makmur, dan bermartabat.
Peringatan ke-81 ini diisi berbagai kegiatan nasional dan seremonial yang bertujuan mengingatkan kembali peran Pancasila sebagai dasar pemersatu bangsa serta landasan kebijakan publik ke depan.
Foto : Kemensos FB
