Pj Bupati Donggala Majukan Kecamatan Rio Pakava Lewat Pembangunan Agropolitan

Jakarta, GPriority.co.id – Pj. Bupati Donggala, Moh. Rifani, fokus menyusun Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kabupaten Donggala, dengan mengutamakan pembangunan kawasan Rio Pakava. Hal tersebut ia sampaikan pada acara rapat koordinasi lintas sektor, di The Tribrata Darmawangsa Jakarta, Kamis (1/2) kemarin.

“Yang dibahas tadi adalah RDTR Kawasan Rio Pakava. Ini adalah bantuan dari Kementerian ART/BPN. Selain itu juga membahas mengenai Kabupaten lain yang ada di sekitar Donggala,” ujar Rifani.

Pembangunan ini bertujuan untuk “Terwujudnya Kawasan Rio Pakava Berbasis Pengembangan Agropolitan Yang Bernilai Tambah Dan Tangguh Bencana”. Lewat kebijakan pemerintah Kabupaten Donggala, konflik tata batas wilayah di Kecamatan Rio Pakava pada 6 tahun lalu, diakui oleh Moh. Rifani, telah usai.

“Kalau untuk itu saya kira sudah diselesaikan oleh pemerintah. Untuk mengatasinya saya kira perlu duduk bersama antara tokoh masyarakat dan para pemerintah yang berkonflik. Tetapi jika konfliknya berhubungan dengan antar wilayah kabupaten, maka akan melibatkan Kementerian Dalam Negeri,” tambahnya.

Rifani mengakui, Kementerian Dalam Negeri memang berperan penting dalam membuat keputusan dan wewenang pada tata batas wilayah suatu Kota atau Kabupaten di Indonesia. Pemerintah Kabupaten pun dengan bijak menyerahkan semua keputusan pada Kemendagri, berdasarkan kesepakatan bersama.

Saat ini, diakui Pj. Bupati Donggala, Rio Pakava adalah salah satu Kecamatan di Kabupaten Donggala yang memiliki potensi dalam berbagai bidang. Seperti perkebunan dan perikanan.

“Kalau kecamatan Rio Pakava memang punya banyak potensi, sehingga kita usulkan untuk pengembangan pada RDTR,” ungkapnya.

Salah satu hal yang dibenahi, adalah akses untuk menuju Rio Pakava agar lebih mudah dijangkau.

“Selama ini kalau mau ke Rio Pakava selalu lewat wilayah Pasangkayu. Kita berharap ke depannya nanti ada jalan yang langsung menuju ke Rio Pakava dari Kabupten Donggala,” tuturnya.

Foto : GP Nindya