Point Yang Dibahas Dalam Ratas Antisipasi Dampak Kekeringan Terhadap Ketersediaan Bapok

Jakarta,gpriority-Usai mengikuti rapat terbatas Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan keterangan pers melalui virtual pada Selasa (5/5).

Menurut Airlangga, ada beberapa Point yang dibahas dalam rapat terbatas dengan tema Antisipasi Dampak Kekeringan Terhadap Ketersediaan Bahan Pangan Pokok.

” Poin-poin yang disampaikan tadi adalah ketersediaan minyak curah dengan harga Rp. 12.200,-.Harga ini masih sama juga dengan harga beberapa waktu lalu,” ujar Airlangga.

Airlangga juga mengatakan, untuk minyak goreng kemasan, ayam goreng juga masih relatif sama.
” Berdasarkan data BPS, pertumbuhan ekonomi saat ini diangka 2,97%, jadi diharapkan kita terus menjaga pertumbuhan dan konsumsi saat ini. Konsumsi turun 2,8% dan impor juga turun hingga -2,19%. Presiden mengarahkan untuk berkonsentrasi melihat lumbung padi baru di lahan Kalimantan yang pernah dipersiapkan. Karena menurut laporan BMKG, 30 persen wilayah di Indonesia akan mengalami kekeringan,” ujar Airlangga.

Syahrul Yasin Limpo selaku Menteri Pertanian dalam siaran persnya pada Selasa (5/5) juga menyampaikan, “Untuk saat ini pangan dalam kendali pemerintah dan aman, semoga tidak ada yang berbeda dengan kemarin,” ucapnya.

Syahrul Yasin juga menyampaikan berdasarkan data kementerian pertanian, apa yang disampaikan presiden saat ini ada defisit beras dan bawang merah di beberapa provinsi.

” Saat ini ada 4 Provinsi yang mengalami defisit beras seperti Riau, Kepulauan Riau (Kepri), Bangka Belitung (Babel), dan Maluku Utara,” ucap Syahrul Yasin.

Syahrul Yasin Limpo juga mengatakan ada 23 provinsi yang mengalami defisit bawang merah antara lain: Aceh, Sumatera Utara (Sumut), Riau, Kepri, Jambi, Bengkulu, Babel, Sumsel, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Bali, Kalimantan Barat (Kalbar), Kalimantan Tengah (Kalteng), Kaltara, Sulawesi Barat (Sulbar), Sulawesi Tenggara (Sultra), Sulawesi Utara (Sulut), Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat.

“Terkait defisit cabe rawit, 8 provinsi antara lain DKI Jakarta, Jawa Barat (Jabar), Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalbar, Kalteng, Kalimantan Timur (Kaltim), Kaltara, dan Papua mengalaminya,” ucap Syahrul.

Syahrul juga mengatakan, saat ini untuk agenda menteri pertanian adalah existing penanaman pada lahan-lahan musim tanam, yaitu upaya penanaman yang juga dilakukan percepatan yang akan terjadi di lahan LP2B hingga bulan September 2020 yakni seluas 5,6 juta hektar.(Hs)

Related posts