Jakarta, GPriority.co.id – Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, buka suara terkait rencana Prabowo menjadi mediator konflik Iran dengan AS-Israel.
Berbicara kepada wartawan dalam sesi konferensi pers di Jakarta, (2/3), Boroujerdi memberi apresiasi atas tawaran tersebut, meski sampai saat ini belum ada tindak lanjut dari pemerintah Indonesia.
“Kami mengapresiasi niat baik yang disampaikan oleh pemerintah Indonesia. Tetapi sampai saat ini belum ada langkah terkait hal tersebut,” ujarnya.
Lebih lanjut Boroujerdi menyebut jika pihaknya belum mengetahui langkah lanjutan dari pemerintah Indonesia hingga pengaruh terhadap rencana tersebut.
“Tetapi kami masih belum tahu apakah langkah seperti ini dapat berdampak, berpengaruh atau tidak,” ungkapnya.
Kendati demikian, Boroujerdi menyebut jika pemerintah Iran sangat terbuka apabila pemerintah Indonesia ingin berkomunikasi dan berinteraksi terkait situasi terkini yang terjadi di Iran, terlebih pasca serangan gabungan yang dilancarkan AS-Israel ke Teheran.
Namun Boroujerdi hingga kini belum bisa memberi jawaban maupun kepastian, apakah mediasi akan dapat dilakukan ke depannya. Ia pun menegaskan tak bisa berkomentar lebih lanjut terkait niat Presiden Prabowo sebagai juru damai.
“Apakah pada situasi seperti ini mediasi bisa membuahkan hasil atau tidak, saya tidak bisa menjawabnya. Namun komunikasi dan interaksi antar pejabat senior pemerintahan kedua negara sangat memungkinkan dan dapat dilakukan,” tekannya.
Sebagai informasi, sebelumnya Kementerian Luar Negeri mewakili Presiden Prabowo, menyebut jika Indonesia siap mengajukan diri sebagai fasilitator dialog dari pihak-pihak yang berkonflik.
Dilansir dari rilis resminya, apabila rencana ini disetujui kedua belah pihak, maka Presiden Prabowo akan langsung berangkat ke Teheran dan melakukan mediasi.
Selain itu, Kementerian Luar Negeri RI juga menyerukan agar semua pihak yang terlibat dalam konflik ini dapat lebih mengedepankan dialog dan diplomasi ke depannya.
