Jakarta, GPriority.co.id – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya membangun bangsa yang percaya diri dan bangga terhadap kemampuan sendiri.
Menurutnya, Indonesia tidak boleh terus-menerus merasa rendah diri atau bergantung pada negara lain, melainkan harus mampu berdiri di atas kaki sendiri di seluruh bidang kehidupan.
“Kita harus jadi bangsa yang percaya diri. Kita harus jadi bangsa yang bangga dengan prestasi kita. Kita tidak boleh jadi bangsa yang rendah diri, bangsa yang selalu merasa kalah, merasa selalu tidak mampu bersaing sama bangsa lain, kita tidak boleh,” ucap Presiden saat meresmikan infrastruktur energi terintegrasi Pertamina Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Senin (12/1).
Prabowo mengatakan, kekuatan bangsa hanya dapat terwujud jika rakyat dan pemimpinnya memiliki keyakinan terhadap kemampuan nasional.
“Di setiap bidang kehidupan kita harus menjadi bangsa yang kuat, bangsa yang percaya diri, bangsa yang mampu berdiri di atas kaki kita sendiri,” kata Prabowo.
Disamping itu, Prabowo menyampaikan rasa bangganya terhadap langkah pemerintah yang terus mendorong kemandirian energi nasional. Menurutnya, kemandirian energi merupakan syarat mutlak bagi kemerdekaan sejati sebuah bangsa, terlebih Indonesia memiliki sumber daya alam yang mencukupi.
“Hari ini satu langkah lagi di bidang energi kita menuju kemampuan kita untuk mandiri, kemampuan kita untuk berdiri di atas kaki kita sendiri. Kita tidak boleh tergantung energi kita dari luar, tidak boleh,” ujarnya.
Lebih lanjut, Prabowo juga secara terbuka menyinggung persoalan tata kelola di tubuh PT Pertamina (Persero) yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Ia menegaskan komitmennya untuk membersihkan BUMN energi tersebut dari praktik korupsi, manipulasi, serta kebijakan impor yang berpotensi merugikan negara dan rakyat.
“Siapa yang Anda nilai tidak bagus, pecat! Jangan ragu-ragu. Demi bangsa dan rakyat, harus tega. Tidak ada itu. Banyak anak muda yang hebat-hebat, cari,” tegas Presiden.
Lebih lanjut, Kepala Negara mengingatkan bahwa pengelolaan sumber daya energi nasional harus dilakukan secara amanah, bersih, dan transparan. Ia menilai praktik markup sebagai bentuk penipuan dan pencurian yang tidak dapat ditoleransi dalam pemerintahan yang berorientasi pada kepentingan rakyat.
