Pramono Anung: Curah Hujan Sabtu–Minggu Tertinggi Selama Saya jadi Gubernur

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung saat Groundbreaking Entrance Stasiun Harmoni MRT Jakarta Fase 2A di Jakarta Pusat, Selasa (20/1)/Foto Fifi Abdurahman

Jakarta, GPriority.co.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melakukan operasi modifikasi cuaca sepanjang Januari 2026 guna mengantisipasi cuaca ekstrem.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan tanpa operasi modifikasi cuaca, curah hujan di Ibu Kota berpotensi jauh lebih tinggi dan dapat memicu banjir yang lebih parah. 

Ia mencontohkan cuaca ekstrem yang terjadi pada Sabtu dan Minggu (17–18/1), yang menyebabkan sejumlah wilayah Jakarta terendam banjir.

“Contoh yang paling ekstrem teman-teman pasti mengalami hari Minggu kemarin. Kalau tidak ada operasi untuk modifikasi cuaca, saya yakin pasti curah hujannya kurang lebih sama dengan hari Sabtu sehari sebelumnya. Sehingga dengan demikian ini yang terus kami lakukan melihat perkembangan sehari-hari,” kata Pramono saat Groundbreaking Entrance Stasiun Harmoni MRT Jakarta Fase 2A di Jakarta Pusat, Selasa (20/1)., Selasa (20/1).

Pramono mengakui curah hujan pada Sabtu dan Minggu (17–18/1) merupakan yang tertinggi selama satu tahun dirinya menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

“Jadi memang hari Sabtu-Minggu itu curah hujannya tertinggi selama 1 tahun saya menjabat sebagai gubernur Jakarta. Bahkan di 8 titik di Jakarta Utara yang kita monitor, kita pasangin untuk curah hujan itu ada yang sampai dengan 280, ada yang 260 di 8 titik. Jadi artinya selama ini di Jakarta hampir jarang sekali di atas 200. Kemarin di 8 titik itu semuanya di atas 200,” jelasnya.

Ia menambahkan, banjir terjadi setelah hujan mengguyur Jakarta selama sekitar delapan jam. Wilayah yang paling terdampak adalah Jakarta Utara, dengan genangan air mulai surut pada Senin (19/1) pagi.

Menurut Pramono, lambatnya banjir surut disebabkan oleh fenomena rob yang menghambat proses pemompaan air.

“Problemnya adalah rob. Kemudian air tidak bisa surut, tidak bisa dipompa. Padahal sudah kita kerahkan pompa stasioner maupun pompa yang mobile kurang lebih 1.200 pompa. Maka termasuk pompa yang dimiliki oleh PUPR,” tuturnya.

Ia menegaskan, banjir akan sulit surut apabila curah hujan tinggi akibat cuaca ekstrem terjadi bersamaan dengan rob. Dua wilayah yang mengalami dampak banjir terlama adalah Kelapa Gading dan kawasan Gunung Sahari.