PUPR Siapkan RS Darurat dan Isoter Di 9 Daerah

Jakarta,Gpriority-Guna mengantisipasi meningkatnya kasus Covid-19 di beberapa daerah, Kementerian PUPR telah menyiapkan RS Darurat dan Tempat Isolasi Terpadu di 9 daerah.

” Kami telah menyiapkan RS Darurat dan Tempat Isolasi Terpadu (Isoter) di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Solo Raya, Surabaya, Bali, Medan, dan Lampung,” ucap Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam siaran persnya secara tertulis pada Senin (9/8/2021).

Untuk di Jakarta, gedung Asrama Haji Pondok Gede telah dimanfaatkan sebagai RS darurat sejak pertengahan Juni 2021 dengan total kapasitas 887 bed di ruang perawatan atau isolasi dan 36 bed high care unit (HCU). Bangunan yang selesai dikonversi menjadi RS darurat adalah gedung A, gedung B, gedung C, gedung H, dan gedung D5, termasuk sarana pendukung lingkungan.

Selain di Asrama Haji Pondok Gede, rumah susun (Rusun) tingkat tinggi Pasar Rumput juga telah disiapkan dengan kapasitas 1.659 bed. Begitu pula dengan Rusun Nagrak yang memiliki 3.756 bed, dan pastinya Wisma Atlet Kemayoran sebanyak 731 bed.

Kemudian gedung Pusat Kesehatan Ibu Anak (PKIA) Kiara di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) yang sudah selesai pengerjaan pada 6 Agustus 2021 sebanyak 288 bed di ruang perawatan, 38 neonatal intensive care unit (NICU), 8 intensive care unit (ICU), 23 HCU, dan 2 ruang operasi.

Selanjutnya, di Bandung terdapat 7 rumah sakit yang dimanfaatkan sebagai rumah sakit rujukan covid-19, yakni RS Pindad berkapasitas 10 bed ICU, RSUD Al Ihsan berkapasitas 30 bed ICU, RSUD Majalaya berkapasitas 6 bed ICU, RSUD Cikalong Wetan berkapasitas 12 bed ICU, RSUD Lembang berkapasitas 4 bed ICU, RSP Dr HA Rotinsulu berkapasitas 3 bed ICU, dan RSUD Cililin berkapasitas 4 bed ICU. Seluruh rumah sakit tersebut selesai antara 27 Juli-1 Agustus 2021.

Untuk wilayah Yogyakarta terdapat 10 lokasi, di mana sebanyak 8 di antaranya telah rampung penanganan yakni RS Sardjito (62 bed ICU, 2 ruang Hemodialisa, 1 ruang ECMO), RSPAU Hardjolukito berupa sarana pendukung, Rusun UGM (86 bed), Rusun UNY (86 bed), Rusun ASN BBWS Serayu Opak (136 bed), RS Lapangan Bantul (19 bed perawatan dan 12 bed HCU), RSUD Panembahan Senopati (16 bed ICU), dan RS PKU Muhammadiyah Bantul (6 bed IGD).

Sisanya, 2 RS darurat covid-19 ditargetkan selesai 8 Agustus 2021 yakni Hotel Mutiara 1 berkapasitas 67 bed dan Hotel Mutiara 2 sebanyak 112 bed.

Sementara di Kota Solo dan Semarang terdapat tambahan kapasitas tampung tempat isolasi yakni Asrama Haji Donohudan Boyolali kapasitas 334 bed perawatan dan 8 bed HCU, Rusun BBWS Pemali Juwana dan Gedung Diklat BPSDMD Jateng menyediakan sarana pendukung penanganan covid-19.

Di Surabaya, terdapat RSPAL Dr Ramelan 50 bed ICU, RSUP Dr Soetomo kapasitas 25 bed ICU, dan Rumah Oksigen SIER kapasitas 76 bed perawatan.

Untuk Bali, Kementerian PUPR telah menyiapkan Wisma Werdhapura (kapasitas 191 bed) selesai 1 Agustus dan Wisma Bima I, Kuta (kapasitas 68 bed) selesai 21 Juli 2021 untuk RS Darurat.

Selanjutnya di Medan berada di RS Pirngadi berkapasitas 20 bed ICU dan RS Adam Malik berkapasitas 36 bed ICU. Terakhir RSUD Dr H Abdul Moeloek di Lampung berkapasitas 26 bed ICU dan 26 bed perawatan dengan target selesai Sabtu, 7 Agustus 2021

Basuki berharap langkah yang dilakukan Kementerian PUPR ini bisa membuat masyarakat yang terkena Covid-19 tidak bingung lagi. Karena sudah disiapkan fasilitasnya.(Hs.Foto.dok.Humas Kementerian PUPR)

Related posts