Rupiah Tembus Rp 17.200, Terendah Sepanjang Sejarah

Ilustrasi nilai tukar rupiah dengan dolar AS/Foto : Freepik Ilustrasi nilai tukar rupiah dengan dolar AS/Foto : Freepik

Jakarta, GPriority.co.id – Nilai tukar Rupiah semakin melemah setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump, mengumumkan aturan baru pajak impor sebesar 10% bagi semua negara.

Berdasarkan data Bloomberg, Rupiah dikabarkan anjlok ke level terlemahnya sepanjang sejarah, yakni Rp 17.217 per Dolar AS pada Senin (7/4) pagi pukul 09.16 WIB, yang bertepatan dengan Ahad malam di New York (6 April) pukul 22.16 WIB.

Rupiah bertahan di level tersebut selama sekitar satu menit, lalu sedikit membaik menjadi Rp 16.927 per Dolar pada pukul 10.01 WIB. Saat ini, sejumlah sumber bahkan menyebutkan bahwa nilai tukar Rupiah bahkan lebih rendah dibanding saat krisis keuangan 1998, saat Rupiah sempat anjlok hingga sekitar Rp 16.800 per Dolar.

Menanggapi situasi tersebut, Kepala Strategi Valuta Asing Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC), Hirofumi Suzuki, menyatakan bahwa hal ini bukan kesalahan bank sentral Indonesia, melainkan disebabkan oleh faktor eksternal.

Tanggapi Kebijakan Trump, Pemerintah Pilih Jalur Diplomasi

Sebagai informasi, pelemahan Rupiah ini dipicu oleh kombinasi tekanan global dan domestik, termasuk kebijakan tarif resiprokal dari Presiden AS Donald Trump terhadap Indonesia. Sebelumnya, Trump menetapkan tarif hingga 32% akibat defisit perdagangan AS dengan Indonesia.

Hal tersebut dapat berpotensi menurunkan daya saing produk ekspor RI dan mengurangi pasokan dolar AS. Selain itu, hal ini juga dapat memicu kekhawatiran investor dan memperburuk sentimen pasar terhadap Rupiah.

Menanggapi kebijakan tarif dari Presiden Donald Trump, Pemerintah Indonesia memilih jalur diplomasi guna menjaga hubungan dagang dan iklim investasi. Dari sisi lain, Bank Indonesia (BI) juga menyatakan komitmennya dalam menjaga stabilitas rupiah melalui strategi triple intervention, serta memantau ketat dinamika pasar keuangan global dan domestik.

Kini, di tengah gejolak kebijakan tarif Trump, pemerintah terus menyusun langkah-langkah strategis untuk memitigasi dampak ekonomi dan menjaga stabilitas nasional.

Editor: Novita Intan

Foto : Dok. ANTARA