Rute Transjabodetabek Blok M–Bandara Soekarno Hatta Resmi Dibuka, Tarif Awal Rp3.500

Pemprov DKI resmi buka layanan Transjabodetabek rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta (SH2) di Terminal Blok M, Jakarta Selatan, pada Kamis (12/3)/Foto Pemprov DKI

Jakarta, GPriority.co.id – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi membuka layanan Transjabodetabek rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta (SH2) di Terminal Blok M Jalur 6, Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Kamis (12/3).

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan sebanyak 14 bus akan dioperasikan untuk melayani rute baru tersebut. Layanan ini diharapkan dapat menjadi alternatif transportasi bagi masyarakat yang hendak menuju bandara dengan biaya yang lebih terjangkau.

Ia menjelaskan, bus Transjabodetabek rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta akan beroperasi mulai pukul 05.00 hingga 22.00 WIB setiap hari. Dengan jumlah armada tersebut, waktu tunggu penumpang diperkirakan berkisar antara 10 hingga 20 menit.

“Sehingga dengan demikian waktu tunggunya antara 10.00 sampai dengan 20.00 menit. Dan kami memperkirakan dengan jumlah armada 14 tadi, kemungkinan akan dilayani antara 1.900 sampai dengan 2.000,” kata Pramono kepada wartawan usai peresmian rute tersebut.

Pramono menambahkan, pengalaman sebelumnya pada rute Transjabodetabek Blok M–Bogor menunjukkan minat masyarakat yang cukup tinggi terhadap layanan ini. Awalnya rute tersebut ditargetkan melayani sekitar 2.000 penumpang per hari, namun pada hari libur jumlah penumpang bisa mencapai 8.500 orang, dengan rata-rata harian di atas 7.000 penumpang.

Menurutnya, tingginya angka tersebut menunjukkan bahwa layanan Transjabodetabek memberikan manfaat besar bagi warga Jakarta dan wilayah sekitarnya.

Terkait tarif, Pramono menyebutkan bahwa selama tiga bulan pertama, khususnya dalam rangka menyambut Idulfitri, tarif rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta akan mengikuti tarif Transjabodetabek maupun TransJakarta, yakni sebesar Rp3.500.

Namun setelah masa uji coba tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan evaluasi tarif. Ia menyebutkan kemungkinan tarif akan dinaikkan ke kisaran Rp10.000 hingga Rp15.000 per perjalanan.

“Setelah itu kami akan melakukan evaluasi, karena memang bebannya terlalu berat dan juga subsidinya terlalu besar. Kami akan menaikkan angkanya, rangenya antara Rp10.000 sampai dengan Rp15.000. Kami akan putuskan setelah memberikan tiket ataupun rute dengan harga Rp3.500 selama 3 bulan,” jelasnya.

Sebagai perbandingan, saat ini terdapat beberapa moda transportasi yang melayani perjalanan dari Blok M menuju Bandara Soekarno-Hatta. Salah satunya adalah bus Damri dengan tarif sekitar Rp80.000 sekali perjalanan.

Selain itu, layanan taksi seperti Blue Bird Group mematok tarif sekitar Rp217.000 untuk perjalanan serupa, belum termasuk biaya tol.

Sementara itu, layanan transportasi daring seperti GoCar atau ride-hailing lainnya umumnya mematok tarif antara Rp127.000 hingga Rp155.500, tergantung kondisi lalu lintas dan waktu perjalanan.

“Maka dengan demikian penetapan Pemerintah DKI Jakarta setelah 3 bulan rangenya antara Rp10.000 sampai dengan Rp15.000 tentunya kami akan menghitung kemanfaatan dari rute ini,” pungkas Pramono.