Pramono Anung Berencana Tak Lagi Gratiskan Tarif JakLingko

Pramono Anung Berencana Tak Lagi Gratiskan Tarif JakLingko/Foto : Dok. Instagram @aliciareva.68 Pramono Anung Berencana Tak Lagi Gratiskan Tarif JakLingko/Foto : Dok. Instagram @aliciareva.68

Jakarta, GPriority.co.id – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana tak lagi gratiskan tarif JakLingko, sebagaimana dilansir dari laporan ANTARA pada Selasa (4/11).

Menurutnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sedang mempertimbangkan usulan terkait tarif JakLingko, karena banyaknya keluhan dari warga Jakarta.

“Kadangkala ketika kita kasih gratis pun salah, tapi tidak apa, masukannya akan kami pertimbangkan,” sebutnya pada Kamis (30/10).

Keluhan tersebut antara lain pengemudi yang ugal-ugalan, tidak ramah kepada penumpang, membawa keluarga saat bekerja. Menyoroti keluhan tersebut, Pramono menilai masyarakat tak nyaman hingga muncul usulan adanya tarif JakLingko. Dengan menerapkan tarif, diharapkan supir JakLingko tak lagi mengemudi seenaknya.

“Memang Mikrotrans ini kami juga nggak mau seakan-akan sekarang menjadi milik pribadi. Di lapangan seperti itu. yetir bawa keluarganya, anaknya ada di sampingnya. Nggak boleh terjadi, tetap harus bekerja profesional,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Djoko Setijowarno, Pengamat Transportasi dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) berpendapat tarif JakLingko seharusnya dikenakan sebesar Rp1.000. Menurutnya, tarif tersebut sudah sangat terjangkau.

“JakLingko itu kan gratis ya. Itu suruh bayar Rp1.000. Tidak bagus karena gratis seperti itu. Kalau JakLingko Rp1.000 masih sanggup kan masyarakat? masa tidak sanggup bayar Rp1.000,” ujar Djoko sebagaimana dikutip dari ANTARA.

Wacana penerapan tarif JakLingko tersebut menuai pro dan kontra masyarakat. Bagi mereka yang pro, pengenaan tarif ini dapat membuat pengemudi JakLingko lebih tertib dan profesional. Sementara bagi mereka yang kontra, menilai jika pengenaan tarif ini akan menjadi beban meningat banyaknya lansia dengan kemampuan ekonomi terbatas yang lebih sering menggunakan JakLingko.

Dibandingkan mengenakan tarif, Pemprov DKI Jakarta diminta mengadakan pelatihan serta edukasi untuk para pengemudi JakLingko.