Reportase investigasi tidak selalu berkaitan dengan isu yang besar atau permasalahan ‘berat.’ Hal remeh temeh pun menarik untuk di investigasi.
Norah Vincent adalah seorang jurnalis freelance Amerika. Perempuan ini begitu punya banyak pertanyaan akan dunia lelaki. Misalnya, bagaimana cara kaum adam memandang kaum hawa, apa yang paling sering dibicarakan lelaki, sampai kebiasaan – kebiasaanya saat di luar rumah. Untuk mendapatkan segudang pertanyaan tentang lelaki itu Vincent menjadi bagian dari lelaki. Cara yang paling realistis menurutnya dengan menyamar menjadi lelaki.
Bagi Vincent, menyamar menjadi lelaki hanya membutuhkan sedikit sentuhan. Sedari kecil hingga dewasa ia dikenal sebagai perempuan tomboy. Saudara laki – lakinya beserta temannya dahulu sering mengejeknya saat mengetahui koleksi mainan Vincent adalah orang – orangan bermodel tentara maupun mobil. Atau kataan gadis berdada rata dan berpantat tepos. Perkataan yang membekas bagi Vincent sekaligus modal dasar untuk menjadi lelaki.
Untuk menjadi sosok lelaki, berarti harus ada perubahan dari segi fisik. Ia memilih nama Ned untuk menjadi seorang lelaki. Ned adalah nama panggilan Vincent kala kecil. Vincent juga harus melatih gesture sebagai seorang lelaki. Seperti bagaimana jalan mengangkang, sikap tubuh yang tegap sampai cara bersalaman. Untuk lebih meyakinkan, Vincent mencukur rambutnya ala lelaki sekaligus menggunakan kumis dan janggut palsu yang tipis. Ia pun membebat buah dadanya dengan bra khusus olahraga serta membesarkan ototnya lewat fitness. Pakaian yang selalu digunakan adalah kaos yang menutup leher berpadu dengan jas.
Merasa penyamarannya sudah sempurna, Vincent kemudian bergabung bersama Bob cs di klub Bowling setempat. Dengan memilih klub bowling, Vincent merasa aman. Sebab olahraga ini tak terlalu banyak gerak. Beruntung pula Bob cs bisa menerima dengan baik Vincent, walau dimata mereka Vincent adalah pemain bowling yang paling buruk. Selain bowling kelompok Ned yang terdiri dari empat orang ini kerap menghabiskan waktu di Bar untuk kongkow atau sekadar minum. Dilain waktu Ned diajak kelompoknya untuk pergi ke arena striptease. Bob dan kawan – kawan seolah menjadi guide tour bagi Ned. Seperti ingin berkata, ‘inilah dunia kami. Kami kerap menghabiskan waktu dengan cara ini.’
Satu pelajaran yang didapat dari penyamaran, bahwa laki – laki cenderung apa adanya tak bertele – tele. Hal ini berbeda dengan perempuan yang menyukai prilaku curhat dan selalu berbicara soal sesuatu secara terperinci. Pria bergaul juga sebagai teman, sedangkan wanita bergaul dengan bersaing. Setelah beberapa lama menemani kumpulan Bob, Ned merasa sudah waktunya untuk membuka penyamarannya itu. Ia ingin melihat reaksi ketiga sahabatnya itu (Bob, Jim dan Allen) jika mengetahui teman barunya itu adalah seorang perempuan.
Ned memberitahukan identitasnya kepada Bob terlebih dahulu. Bob diajaknya ke bar yang notabene tempat kegemarannya. Satu dua teguk minuman dihabiskan mereka berdua. Kemudian Ned menyatakan bahwa dirinya adalah perempuan. Bob malah tertawa serta menyatakan bahwa Ned terlalu banyak minum. Agar lebih percaya Ned lantas mengeluarkan identitasnya yang bernama Norah Vincent dan berjenis kelamin perempuan. Kartu penduduk, SIM hingga credit card semuanya bernama Norah Vincent dan berjenis kelamin perempuan. Seakan kurang, Ned juga meraih tangan Bob ditujukan ke lehernya. Ia ingin menunjukan bahwa Ned tak mempunyai jakun, tak seperti lelaki lain. Sejurus kemudian tangan Bob juga diarahkan pada tali bra Ned.
Ned yang menduga Bob akan terkaget justru merasa heran saat temannya itu hanya mengatakan, ‘lalu kenapa jika kau perempuan? Atau, ‘pantas selama ini kau selalu menggunakan kaus berleher panjang dan jas tanpa mengenal lokasi.’ Setelah pengakuan itu, keduanya justru menjadi lebih akrab. Ned sering diajak Bob ke rumahnya dan bertemu dengan istrinya.
Ned sendiri menjelaskan pula, bahwa penyamarannya ini dimaksudkan untuk membuat buku. Pengakuan itu kontan justru membuat Bob untuk membantu Ned menyelesaikan bukunya. Sementara itu, kedua teman yang lain (Jim dan Allen) diberitahu secara bersamaan. Keduanya semula tak percaya. Tetapi Ned menjelaskannya sama seperti ia memberitahu Bob. Jim serta Allen akhirnya bisa menerima penjelasan itu seraya mengingat ketidakbecusan Ned saat bermain bowling. Pada titik itu, Bob, Jim dan Allen menyatakan lebih menyukai sosok Vincent daripada Ned.
Sosok Vincent dikatakan ketiganya lebih apa adanya. Dihadapan Vincent mereka bisa curhat tentang istri – istri mereka pula. Bagi lelaki – lelaki itu, istri mereka adalah utama, walau mereka juga kerap ke klub malam. Dari situ pergaulan mereka semakin cair. Vincent merasa nyaman diantara ketiga lelaki itu. Pengakuan akan selalu diungkap Vincent setelah bergaul lama dengan para narasumbernya. Termasuk juga saat ia harus berpacaran dengan berbagai tipe wanita, melamar pekerjaan di suatu perusahaan dan bekerja di bagian pemasaran perusahaan tersebut atau kala ia menyempatkan diri tinggal di biara. Vincent benar – benar total dalam mendalami seorang lelaki. Demi melakukan risetnya ini, Vincent rela melepaskan pekerjaannya sebagai kolumnis opini di Los Angeles Times. Selama satu setengah tahun ia menyamar sebagai lelaki. Akibat dari penyamaran ini Vincent mengalami gangguan emosional. Ia harus mengendalikan emosinya sebagai seorang ‘lelaki’ usai petualangan selama satu setengah tahun itu. Ini adalah harga yang harus dibayar Vincent.
Walau begitu, buku berjudul Female Undercover ini layak disebut reportase bergaya investigasi dengan topik yang jarang dipikirkan banyak orang. Asumsinya, selama ini kita tidak dapat melihat rahasia penting cara lelaki dan perempuan menjalin komunikasi. Atau tentang pengalaman kaum lelaki yang terselimut kabut. Kita juga kurang pengetahuan tentang perbedaan sosial antara kedua jender. Female Undercover berhasil menjawab hal ini walau penyampaiannya bertele – tele. Secara ilmiah, buku ini juga karya seorang wartawan, bukan hasil investigasi pihak lain yang lantas ditindaklanjuti. Subyek investigasi ini pun cukup masuk akal untuk mempengaruhi kehidupan sosial pembacanya.
Foto: Gramedia
