Siti Nurbaya: Pers Berperan Strategis dalam Pengendalian LHK

Bertempat di Hotel Indonesia Kempsinki Jakarta, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) bekerja sama dengan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) menggelar kegiatan Workshop dengan tema “Peran Insan Pers Dalam Membangun Inisiatif Kolaborasi Percepatan Rehabilitasi Mangrove Berkelanjutan”.

Workshop sendiri seperti dijelaskan oleh Ketua PWI Pusat, H. Atal Sembiring Depari dalam sambutannya mengatakan, bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bagian dari HPN yang puncaknya akan diselenggarakan di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) pada 9 Februari tahun 2022.

Tujuannya untuk mensosialisasikan percepatan rehabilitasi mangrove dan memperoleh dukungan dari para pihak terutama dari pemerintah daerah.

“Kami berharap dapat menjadi bahan untuk membangun rehabilitasi mangrove.Untuk itulah kami membagi acara ini dalam 2 bagian. Setelah itu Kami akan menyiapkan nota kesepakatan yang akan dibawa ke Kendari,” ucap Atal.

Atal dalam kesempatan tersebut juga mengatakan bahwa ekosistem mangrove di Indonesia yang sangat luas menjadikan Indonesia sebagai negara dengan penyebaran mangrove terbesar di dunia sekaligus sebagai pengendalian iklim global.

” Untuk itulah pemerintah Indonesia terus berupaya untuk terus melestarikan mangrove yang 637 hektar masuk dalam kategori kritis akibat kerusakan karena ahli fungsi mangrove,” kata Atal.

Luasnya kerusakan mangrove mendorong pemerintah melakukan rehabilitasi dengan menerbitkan peraturan presiden, dimana dalam Perpres tersebut BRGM memprioritaskan pemulihan mengrove di 9 provinsi. Adapun Adapun sembilan provinsi itu adalah Sumatera Utara (Sumut), Bangka Belitung, Kepulauan Riau (Kepri), Riau, Kalimantan Barat (Kalbar), Kalimantan Timur (Kaltim), Kalimantan Utara (Kalut), Papua, dan Papua Barat.

“Kita paham penyelamatan mangrove sama dengan masa depan kita.Untuk itulah dalam acara G20 Presiden Jokowi seperti diutarakan Menkomaves akan memaparkan program rehabilitasi mangrove kepada pemimpin G20,” jelas Atal.

“Program ini unggulan Jokowi di G20 dan ditargetkan 600 hektar lahan bisa direhabilitasi. Inilah salah satu alasan kita semua berkumpul disini guna merumuskan komitmen dalam rehabilitasi mangrove.Kita akan menggaungkan gerakan nasional penyelamatan mangrove salah satunya dengan workshop, ” ucap Atal menambahkan.

Saat menutup paparannya, Atal mengatakan bahwa insan pers melalui kegiatan workshop ini sepenuhnya mendukung Menteri KLHK dan BRGM dalam melestarikan mangrove.

Atensi baik dari insan pers disambut baik oleh Menteri KLHK Siti Nurbaya. Menurut Siti, PWI dapat berperan besar untuk menjadi motor penggerak strategis dalam menjaga upaya pengendalian lingkungan hidup dan kehutanan.

Siti juga meminta agar HPN tidak hanya menjadi ajang silaturahmi tetapi pada konteks yang lebih kuat sehingga menyampaikan informasi dan edukasi publik anak-anak Indonesia yang tantangannya begitu kompleks dan dinamis.

“Pers berperan penting dan strategis dalam memajukan bangsa dan mengambil peran dalam memenuhi hak masyarakat yang termaktub dalam UU tentang pers.Pers juga dapat memberikan gambaran obyektif dalam masyarakat dan memiliki kapasitas sehingga dapat segera dilakukan,” ucap Siti Nurbaya.

Siti Nurbaya juga dalam kesempatan tersebut juga mengatakan, sebagai pemberi informasi, Pers bisa berperan sebagai instrumen paling baik dalam pencerahan dalam meningkatkan kualitas hidup manusia dan moral manusia.

“Pers ikut melakukan kontrol sosial yang membangun dan secara bersama-sama dan terlibat dalam kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan seperti yang dilakukan dalam agenda HPN 2022,” tambah Siti Nurbaya.

Sebagai penutup, Siti Nurbaya meminta kepada insan pers agar Saya memberikan kabar gembira tentang kisah sukses pelaku UMKM diberbagai pelosok Indonesia yang mendatangkan nilai ekonomis.

” Ucapan terima kasih atas banyak inisiatif atas insan pers yang berkomitmen mengawal lingkungan hidup di Indonesia. Dan ini sangat membantu untuk tindak lanjut keputusan dalam mengambil kebijakan,” tutupnya.(Hs.Foto.Hs)