Son Heung-min, dari Tottenham Hotspur, Mendukung Palestina dan Berlabuh ke LAFC

California, Gpriority.co.id – Son Heung-min, penyerang Korea Selatan resmi pindah dari Tottenham Hotspur ke Los Angeles FC (LAFC). Pemain berusia 33 tahun itu sebelumnya mengajak penduduk dunia membantu kelaparan di Palestina.

Manajemen LAFC resmi memperkenalkan Son Heung-min pada rabu (6/8) Stadion BMO, California, Amerika Serikat. Nilai transfer pemain dengan tinggi 184 cm itu menurut Major League Soccer (MLS) berada pada angka 26,5 juta dolar Amerika Serikat (Rp 432,8 miliar rupiah).

Ini merupakan rekor sebagai transfer termahal di MLS atau liga sepakbola Amerika. John Thorrington, co-president sekaligus manajer umum LAFC mengatakan Son Heung-min adalah ikon global dan salah satu pemain paling dinamis dan berprestasi di dunia sepak bola. Ia pun merasa bangga Son Heung-min memilih LAFC dalam melanjutkan karirnya.

Hal yang sama diungkap pemain kelahiran Chuncheon ini, menurutnya ia datang untuk menang dan akan tampil baik. Son Heung-min sendiri telah menghabiskan satu dekade bersama Tottenham Hotspur. Tercatat ia telah mencetak 173 gol dalam 454 pertandingan. Namanya pun dikenal sebagai pencetak gol terbanyak kelima di klub yang biasa disebut Spurs itu.

Kepindahan Son Heung-min ke LAFC dari Tottenham Hotspur pun meninggalkan tanda tanya bagi publik. Publik begitu percaya jika Son Heung-Min tidak berniat keluar musim ini. Akan tetapi ia diminta untuk keluar setelah sebuah video menjadi viral yang menunjukkan Son Heung-Min memberikan dukungan atau simpati terhadap apa yang terjadi di Gaza atau Palestina.

Dalam video yang diunggah oleh akun World Food Programme (WFP) Son Heung-min menyampaikan akan berjuang untuk membantu rakyat Palestina bersama World Food Programme.

“Di Palestina, banyak keluarga dan anak kecil yang menderita kelaparan ekstrem. Saya berjuang melawan kelaparan di seluruh dunia bersama dengan WFP (Wold Food Programme). Memberikan makanan kepada banyak keluarga seperti memberikan kehidupan untuk mereka,” ujarnya dalam video tersebut.

“Di beberapa tempat ada banyak kelaparan, kamu bisa menyelamatkan kehidupan dengan makan makanan hangat. Hadiah terbaik yang bisa kita berikan adalah makanan. Tolong donasikan sekarang,” tambahnya.

Seminggu setelah video itu muncul, desas-desus keluarnya Son Heung-min pun menjadi kenyataan. Son Heung min selama ini memang dikenal pribadi rendah hati dan terkenal mempunyai sisi humanis yang tinggi.

Pada akhir tahun 2024 saat Korsel harus menghadapi Palestina pada laga keenam Putaran Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, ia tak segan menyampaikan pujian kepada Timnas Palestina yang menahan imbang Korsel 1-1 di Stadion Internasional Amman, Yordania. Bagi Heung-min, pertandingan tersebut tidak biasa. Ia begitu mengetahui bagaimana kesengsaraan sepak bola Palestina. Tetapi, semangat mereka bertanding di Kualifikasi Piala Dunia 2026 justru membuatnya berdecak kagum. “Saya ingin memberikan tepuk tangan meriah kepada tim Palestina. Melihat mereka bekerja keras, bahkan dalam kondisi sulit, adalah sesuatu yang menurut saya dapat kita pelajari,” tegasnya.

Foto : FB LAFC