Soroti Tanggul Pantai Mutiara, Ahok: Jika Jebol, Banjirnya Sampai ke Monas!

Soroti Tanggul Pantai Mutiara, Ahok: Jika Jebol, Banjirnya Sampai ke Monas!/Foto : Dok. Shutterstock Soroti Tanggul Pantai Mutiara, Ahok: Jika Jebol, Banjirnya Sampai ke Monas!/Foto : Dok. Shutterstock

Jakarta, GPriority.co.id – Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyoroti tanggul Pantai Mutiara di Jakarta Utara. Ia mengkhawatirkan potensi banjir besar yang bisa terjadi hingga pusat kota, apabila tanggul tersebut jebol.

Sebagaimana dilansir dari laporan ANTARA pada Senin (17/11), menurut Ahok kombinasi antara air laut pasangan serta hujan deras dapat menyebabkan genangan hingga kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat.

“Jika (tanggul Pantai Mutiara) jebol, air laut pasang dan hujan turun, bisa banjir sampai Monas. Itu yang saya kerjakan di Waduk Pluit agar warga di bantaran Waduk Pluit tidak mati jika jebol (tanggul laut di Pantai Mutiara),” sebutnya.

Sebagai informasi, saat masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, dirinya telah menogrmalisasi Waduk Pluit untuk mengantisipasi risiko jebol dan banjir besar lewat kebijakan pembebasan lahan, pengerukan lumpur, hingga penataan ulang bantaran waduk agar dapat menampung air lebih banyak.

Saat ini Waduk Pluit juga beralih fungsi sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH) di samping sebagai pengendali banjir utama Jakarta Utama.

Sebelumnya kekhawatiran publik muncul usai beredarnya video kondisi terkini tanggul Pantai Mutiara. Dalam video tersebut permukaan air laut terlihat lebih tinggi dari tanggul.

Menurut Trubus Rahadiansyah, seorang pengamat kebijakan publik, apabila tanggul jebol, berpotensi menjalar hingga puluhan kilometer serta melumpuhkan aktivitas ekonomi di Pelabuhan Tanjung Priok.

Menurutnya, penanganan rob dan banjir di Jakarta saat ini belum serius akibat kebijakan yang sering berganti mengikuti kepemimpinan politik.

“Ambisi pribadi itu yang seringkali merusak. Hampir semua gubernur bukan orang Jakarta dan tidak mengetahui Jakarta. Harusnya yang benar-benar tahu tentang Jakarta,” tegasnya sebagaimana dikutip dari Instagram @tribunnews.

Ia menyarankan, sebagai solusi jangka panjang, percepatan pembangunan Giant Sea Wall harus terus didorong melalui proyek National Capital Integrated Costal Development (NCICD). Saat ini proyek tersebut masih dalam tahap perencanaan oleh Pemprov DKI Jakarta bersama Kementerian PUPR, guna mencegah banjir rob di masa mendatang.