Jakarta, GPriority.co.id – Paru sapi kerap dipandang sebagai jeroan murah yang kalah bergizi dibandingkan daging sapi atau hati. Namun, data komposisi pangan menunjukkan bagian ini tetap memiliki kandungan protein dan sejumlah mikronutrien yang menarik untuk diperhatikan.
Berdasarkan data USDA untuk paru sapi mentah, setiap 100 gram mengandung sekitar 16,2 gram protein, 2,5 gram lemak, dan hanya 92 kalori. Paru sapi juga mengandung zat besi, selenium, serta vitamin B12.
Temuan tersebut membuat paru sapi cukup menarik sebagai sumber protein rendah lemak. Data komposisi asam amino juga menunjukkan bahwa paru sapi mengandung berbagai asam amino esensial, termasuk leusin, lisin, isoleusin, valin, treonin, metionin, fenilalanin, triptofan, dan histidin.
Penelitian dari Lincoln University yang mengkaji pemanfaatan protein paru sapi menemukan bahwa kolagen dan elastin termasuk protein dominan dalam hidrolisat paru sapi. Penelitian tersebut juga mengeksplorasi potensi peptida hasil hidrolisis protein paru sapi sebagai bahan pangan fungsional.
Namun, klaim bahwa paru sapi secara khusus kaya kolagen tipe II perlu ditempatkan secara hati-hati. Studi mengenai paru sapi menunjukkan kolagen tipe I dan III tersebar luas pada jaringan paru, sedangkan kolagen tipe II ditemukan terutama pada kartilago bronkus.
Untuk mengonsumsi paru sapi, makanan sumber vitamin C seperti tomat atau lemon dapat menjadi pendamping yang masuk akal, terutama karena vitamin C membantu meningkatkan penyerapan zat besi non-heme.
Meski demikian, tidak tepat menyebut vitamin C secara otomatis meningkatkan penyerapan zat besi dari paru sapi sebanyak empat hingga enam kali lipat. Besarnya efek bergantung pada jenis zat besi dan komposisi keseluruhan makanan.
Perlu diperhatikan pula bahwa jeroan termasuk kelompok makanan yang perlu dibatasi oleh orang dengan asam urat atau gout, karena makanan organ dapat memiliki kandungan purin yang tinggi. Mayo Clinic merekomendasikan pembatasan konsumsi daging organ bagi penderita gout.
Karena itu, paru sapi tetap dapat menjadi pilihan jeroan tinggi protein dan rendah lemak, tetapi bukan berarti semakin banyak dikonsumsi semakin baik. Pilih produk dari sumber yang terpercaya dan pastikan paru dimasak hingga matang sebelum disantap.
