Tim SAR Temukan Korban Baru di Reruntuhan Ponpes Al Khoziny: 37 Tewas, 104 Selamat

Korban tewas akibat runtuhnya Ponpes Al Khoziny bertambah menjadi 66 orang hingga Selasa (7/10)/Foto Kantor Berita Antara Korban tewas akibat runtuhnya Ponpes Al Khoziny bertambah menjadi 66 orang hingga Selasa (7/10)/Foto Kantor Berita Antara

Sidoarjo, GPriority.co.id – Korban tewas akibat runtuhnya pondok pesantren (Ponpes) Al Khoziny bertambah menjadi 37 orang hingga Minggu (5/10).

Penambahan jumlah korban tewas ini diketahui setelah tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) melanjutkan pencarian pada Sabtu (4/10) malam hingga Minggu dini hari.

Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, menyampaikan bahwa total korban dalam insiden runtuhnya mushalla Ponpes Al Khoziny kini mencapai 141 orang. Dari jumlah tersebut, 104 orang dinyatakan selamat, sementara 37 lainnya meninggal dunia.

“Sistem kerjanya sama yaitu dengan menggunakan alat berat sebagai pembuka akses untuk kemudian tim SAR melaksanakan evakuasi jika memang terlihat,” kata Nanang dikutip dari Antara, Minggu (5/10).

Ia menegaskan, proses evakuasi dilakukan dengan sangat hati-hati mengingat masih banyak material bangunan yang menutupi area pencarian.

“Proses demi proses dilakukan dengan hati-hati, mengingat banyaknya material bangunan yang masih menutupi area pencarian,” kata Nanang.

Nanang menambahkan, tim SAR perlu mengangkat puing-puing reruntuhan dan memotong rangka bangunan sebelum bisa mengevakuasi korban yang tertimbun.

“Tim SAR perlu mengangkat puing-puing reruntuhan, memotong rangka-rangka, baru kemudian bisa mengevakuasi korban dari timbunan material,” jelas Nanang.

Dalam prosesnya, tim SAR gabungan menggunakan alat berat serta peralatan ekstrikasi. Namun, penggunaan alat berat sempat dihentikan sementara untuk memberi ruang bagi petugas yang melakukan pemotongan besi dan pengangkatan secara manual demi faktor keselamatan.

Seluruh jenazah yang berhasil dievakuasi langsung dibawa ke RS Bhayangkara Surabaya untuk menjalani proses identifikasi oleh tim DVI Polda Jawa Timur.

Pewarta : Fifi Abdurahman