Trend Mudik di 2021 Menurun Dibandingkan 2020

Jakarta, Gpriority-Suku Dinas Pendudukan dan Pencatatan Sipil Jakarta Selatan membukukan pemudik yang kembali ke Jakarta mengalami penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini dapat dibuktikan pada data dan fakta di lapangan yang telah terhimpun, trend mudik pada Idul Fitri 2021 dinilai menurun ketimbang tahun sebelumnya.

Hal itu diungkapkan Kasudin Dukcapil Jakarta Selatan Abdul Haris, ia menilai angka mudik menurun jauh ketimbang tahun 2020. Indikator dan fakta dilapangan dijabarkan Haris salah satunya adanya pelarangan mudik oleh pemerintah serta pengetatan di sejumlah wilayah dalam rangka menekan penyebaran virus Covid 19.

“Trend pulang kampung tahun 2021 jauh lebih menurun, karena adanya himbauan larangan mudik oleh pemerintah serta penjagaan yang lebih ketat oleh petugas di garis perbatasan. Pengetatan mudik cukup tinggi dan dinilai cukup efektif. Indikator menurunnya dilihat dari laporan yang masuk ke Sudin Dukcapil,”ungkapnya, Kamis (27/5).

Namun demikian pihaknya telah mempersiapkan skema pendataan untuk para pemudik yang kembali lagi ke Ibukota serta pendatang baru yang datang baik secara mandiri maupun datang dari sanak saudara. Salah satunya dengan pendataan yang dilakukan oleh 65 kelurahan se Jakarta Selatan.

Merujuk pada Pendataan Balik Mudik Lebaran 2021, per 26 Mei diantaranya sebanyak 4393 warga ber KTP DKI Jakarta pulang ke kampung halamannya. Sedangkan warga non KTP Jakarta sebanyak 3595 orang.

“Yang pasti begini, setiap pemudik yang meninggalkan Jakarta sekarang balik lagi ke ibukota, mau punya KTP DKI atau tidak yang pasti hitung saja dulu,”tegasnya.

Hingga kini tercatat sebanyak 7.989 warga kembali ke Jakarta. Dalam praktik dilapangan mereka harus melalui serangkaian tes untuk tetap bisa tinggal di lingkungan mereka. Salah satunya adalah memeriksa tubuh dengan metode PCR, Antigen atau Genose.

Haris menjelaskan sebanyak 298 warga memilih metode PCR, 2953 Antigen, 106 Genose. Data tersebut berasal dari 65 Kelurahan yang di update setiap harinya oleh para RW melalui aplikasi Data Warga. Jumlah tersebut makin hari makin bertambah meskipun ada sekitar 4.632 warga yang belum melakukan tes.(GP Tika)

Related posts