UN Day ke-80, Indonesia dan PBB Sepakat Dorong Perdamaian Dunia

UN Day ke-80, Indonesia dan PBB Sepakat Dorong Perdamaian Dunia/Foto : GPriority (Nindya Farhah Azzahrah) UN Day ke-80, Indonesia dan PBB Sepakat Dorong Perdamaian Dunia/Foto : GPriority (Nindya Farhah Azzahrah)

Jakarta, GPriority.co.id – UN Day ke-80 resmi digelar di Jakarta pada Jumat (24/10). Selain merayakan Hari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), peringatan ini juga menandai 75 tahun kemitraan Indonesia dan PBB.

Sebagaimana terpantau GPriority di tempat acara, Gedung Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya, peringatan UN Day ke-80 bertema, “Safeguarding the World, Weaving Harmony: Indonesia’s Role in Peacekeeping Missions”.

Lewat agenda peringatan UN Day ke-80 Indonesia dan PBB sepakat untuk terus mendorong perdamaian dunia. Di samping itu juga memperkuat semangat multilateralisme di tengah tantangan dunia yang dinamis.

Menurut Prof. Dr. dr. Yuda Turana, Sp.S (K) selaku Rektor Unika Atma Jaya, nilai-nilai harmoni dan peradamaian merupakan fondasi penting dalam dunia pendidikan serta kemanusiaan.

“Menajaga perdamaian bukan sekadar cita-cita, melainkan sebuah keharusan yang harus dijalankan,” ujar Yuda dalam sambutannya.

Menurut Yuda, perdamaian bermula dari empati serta tindakan nyata di lingkungan sekitar. Di lain sisi, Gita Sabharwal selaku UN Resident Coordinator untuk Indonesia menyebut 75 tahun hubungan Indonesia-PBB, kedua pihak semakin berkomitmen mencapai tujuan bersama untuk menciptakan dunia yang bukan hanya lebih adil, namun juga secara berkelanjutan.

Untuk memperingati 75 tahun hubungan Indonesia-PBB, diluncurkan perangko serta token yang terbuat dari tembaga dan seng hasil tambang dalam negeri, dan merupaka simbol dari kerja sama yang kokoh serta berakar dari tanah air.

Sementara itu, Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri RI (Kemlu RI), Tri Tharyat, peringatan UN Day ini menjadi momentum guna memperkuat komitmen terhadap multilateralisme serta diplomasi perdamaian.

Ia melaporkan, Indonesia menjadi satu diantara lima besar kontributor pasukan pemelihara PBB. Terdapat lebih dari 2.700 personel yang bertugas di delapan misi internasional.

“Peringatan UN Day ini bukan sekadar seremonial, namun juga untuk mewujudkan komitmen kita dalam memperkuat kerja sama global serta menjaga harmoni di tengah keberagaman,” tekannya.