Jakarta, Gpriority.co.id – Sejak premiere di festival film Venice 2025 dan meraih Silver Lion Grand Jury Prize (Juara 2), The Voice of Hind Rajab terus mendapatkan berbagai penghargaan dari berbagai festival film dunia. Berikut sejumlah penghargaan yang diraih dan juga bakal dimenangkan.
Dalam London Film Festival (BFI London Film Festival) 2025 yang digelar dari tanggal 1 Oktober sampai 12 Oktober 2025 di London, Inggris, The Voice of Hind Rajab berhasil meraih Brizzolara Family Foundation Award for a Film of Conflict and Resolution – Best Film.
Pada ajang selanjutnya di Film Fest Gent yang berlangsung 1 hingga 19 Oktober 2025, The Voice of Hind Rajab meraih Grand Prix – Best Film (disebut “call for humanity”). Sementara di ajang Warsaw Film Festival, 1-19 Oktober 2025) yang membanggakan mendapatkan Audience Award (pilihan penonton).
Audience Award di Warsaw Film Festival merupakan penghargaan Audiens yang diberikan berdasarkan voting langsung dari penonton festival. Ini dipilih dari film terbaik di semua kategori (tidak hanya kompetisi utama), dan tidak ada hadiah uang alias murni prestis!
Dapat dikatakan, kemenangan The Voice of Hind Rajab karena mampu membuat penonton tersentuh. Khusus di Warsaw Film Festival, kemenangannya menjadi bermakna dari ‘suara rakyat.’ Kedepan, potensi The Voice of Hind Rajab mendapatkan penghargaan berasal dari Chicago International (Gold Hugo), Hamptons, San Sebastián (Audience Award), dan TIFF.
The Voice of Hind Rajab bercerita tentang Hind Rajab, gadis kecil 6 tahun di Gaza, yang terjebak di mobil keluarganya yang dibom pasukan Israel pada Januari 2024. Hind selamat sementara tapi telepon paramedis Red Crescent, minta tolong sambil nangis, “Saya takut, tolong jemput saya.”
Sutradara Kaouther Ben Hania gabungkan rekaman audio asli itu (dari panggilan 3 jam Hind) dengan reka ulang dramatis yakni aktor mainkan paramedis yang berusaha selamatkan dia, tapi akhirnya tewas juga. Ada wawancara nyata dengan saksi dan keluarga, plus rekaman Gaza yang hancur. Endingnya tragis, Hind ditemukan tewas setelah 12 hari.
Film docudrama ini tidak hanya mengkisahkan satu anak, tapi simbol penderitaan ribuan korban perang di Palestina. Inilah yang membuat penonton Venice berdiri 23 menit sambil chant “Free Palestine”.
Foto : Istimewa
