Usai 14 Tahun, Penjualan Apple Diprediksi Bakal Saingi Samsung

Usai 14 Tahun, Penjualan Apple Diprediksi Bakal Saingi Samsung/Foto : Dok. PhoneArena Usai 14 Tahun, Penjualan Apple Diprediksi Bakal Saingi Samsung/Foto : Dok. PhoneArena

Jakarta, GPriority.co.id – Penjualan smartphone Apple diprediksi akan menyaingi Samsung setelah 14 tahun lamanya, sebagaimana dilansir dari laporan terbaru NY Post.

Menurut analisis dari Counterpoint Research menemukan bahwa penjualan smartphone secara global akan meningkat 3,3 persen per tahun, dan pada tahun 2025 sebagian besar akan didorong oleh Apple.

Penjualan iPhone diperkirakan meningkat 10 persen pada tahun 2025 yang disebabkan oleh meningkatnya permintaan untuk seri iPhone 17 di beberapa negara.

Counterpoint juga memproyeksikan penjualan Apple dapat mencapai 19,4 persen di tahun 2025, hingga menjadikan Apple sebagai produsen smartphone terkemuka di dunia untuk pertama kalinya sejak 2011.

Sementara penjualan Samsung diperkirakan juga meningkat 4,6 persen dari tahun ke tahun dan mencapai pangsa global sebesar 18,7 persen. Kendati demikian, posisi Samsung yang merajai pasar global selama lebih dari satu dekade lamanya diprediksi akan tergantikan.

“Sambutan pasar sangat positif terhadap seri iPhone 17 menjadi pendorong utama di balik peningkatan prospek penjualan,” ujar peneliti senior, Yang Wang.

Laporan menyebut, 358 juta iPhone bekas terjual antara tahun 2023 dan kuartal kedua 2025. Para pengguna juga kemungkinan akan beralih ke iPhone seri terbaru di tahun-tahun mendatang.

Ramainya permintaan konsumen diharapkan dapat membuat Apple mempertahankan keunggulannya dan menang di pasar produsen telepon pintar hingga tahun 2029 mendatang.

Sementara itu, seri A Samsung diharapkan juga dapat memperkuat momentum di pasar negara berkembang melalui spesifikasi yang lebih kuat dan harga yang kompetitif.

Sedangkan untuk pasar lainnya, langkah Samsung dengan menawarkan produk kelas premium seperti seri S, diharapkan dapat membantunya mempertahankan pangsa pasar.

DI lain sisi, produsen smartphone asal China seperti Xiaomi, Vivo, maupun Oppo, diperkirakan akan lebih mengandalkan pasar luar negeri untuk mendorong pertumbuhan, sembari beralih ke produk dengan segmen harga lebih tinggi karena fitur premium dan peningkatan profitabilitasnya.

Counterpoint menyebut, diversifikasi memungkinkan produsen smartphone China akan memperkuat pendapatan mereka, walaupun peringkat penjualan mereka diperkirakan akan tetap stabil hingga tahun 2029 mendatang.