Wah, 12 Provinsi Berstatus KLB Campak Begini Respon Kemenkes

Jakarta,GPriority.co.id-Merilis laman Instagram Kementerian Kesehatan yang mengatakan 12 Provinsi laporkan Kejadian Luar Biasa (KLB) dikutip, Kamis (26/1/2023).

“3.341 kasus campak dilaporkan oleh 223 kabupaten/kota di 31 Provinsi selama tahun 2022 meningkat 32 kali lipat dibandingkan tahun 2021,” kata akun Kemenkes.

Kedua belas Provinsi tersebut adalah Aceh, Sumatera Barat, Riau, Sumatera Utara, Jambi, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Utara, NTT, dan Papua.

Merespon hal tersebut, Kemenkes mengatakan bahwa jika anak dengan gizi jelek hingga terjadi komplikasi campak umumnya berat.

“Komplikasi campak ini umumnya berat, kalau campak mengenai anak yang gizinya jelek maka anak ini bisa langsung disertai komplikasi seperti diare berat, pneumonia, radang paru, radang otak, infeksi di selaput matanya sampai menimbulkan kebutaan. Ini yang kita khawatirkan,” ujar dr. Yosephine.

Penyebabnya karena sudah 2 tahun berturut-turut Indonesia tidak bisa mencapai target untuk pelayanan imunisasi rutin. Sehingga banyak anak-anak yang tidak diimunisasi rutin akibat COVID-19.

Namun hal tersebut dapat dicegah, Pencegahan campak hanya bisa diperoleh dari imunisasi sehingga imunisasi sesuai jadwalnya harus dilakukan supaya anak-anak terhindar dari campak.(Da.Foto: istimewa)