Jakarta, GPriority.co.id – Di dunia kerja, pasti kita pernah mengalami kelelahan hingga serasa mentok dan tak lagi bisa berpikir. Kondisi ini disebut burnout. Namun, yang menjadi masalah, banyak orang tak menyadari mereka mengalami kondisi ini karena tuntutan hidup. Akhirnya, mereka terjebak dalam fase silent burnout.
Dilansir dari postingan TikTok @slv.sm dan laman Wellbeing Magazine, silent burnout merupakan kondisi seseorang yang tetap bekerja secara produktif dan masih bisa tersenyum, walaupun sebenarnya sudah sangat kelelahan secara fisik dan emosional. Hingga pada akhirnya, seseorang dalam fase ini akan kehilangan motivasi untuk bekerja.
Beberapa penyebab dari silent burnout antara lain :
– Beban kerja yang terlalu tinggi
– Terlalu perfeksionis dalam pekerjaan
– Mental load yang besar
– Kurangnya apresiasi dari atasan
– Takut dianggap lemah oleh lingkungan kerja
– Selalu merasa tidak enakan (tidak enak untuk menolak pekerjaan).
Ketika terjebak dalam fase ini, anda bisa mengatasinya dengan beberapa solusi, salah satunya micro breaks (istirahat singkat yang dilakukan berulang kali sepanjang kerja). Anda bisa melakukannya dalam waktu 30 detik hingga 5 menit, untuk mengatasi kelelahan, mengurangi stres, serta memulihkan energi dan meningkatkan fokus saat bekerja. Contoh aktivitas micro breaks antara lain peregangan, menjauhi diri dari layar komputer, serta menarik napas secara mendalam.
Selanjutnya, anda juga dapat menolak tugas tambahan apabila overload, mengurangi multitasking, hingga berani berkomunikasi dengan HR atau atasan.
Anda juga dapat mengatur ulang ritme kerja, dengan lebih mementingkan yang prioritas ketimbang kuantitas, mengambil cuti, hingga self-care.
Langkah tersebut perlu dilakukan, mengingat silent burnout merupakan kondisi real yang banyak terjadi di dunia kerja. Banyak pekerja yang berpura-pura kuat bahkan hingga mengabaikan waktu untuk istirahat. Akibatnya, kesehatan mental pun ikut terganggu.
Untuk mencegah diri dari hal-hal yang semakin memburuk ke depannya, cobalah untuk rehat sejenak dan jangan lupa, “Tetaplah kuat, namun jangan sampai lupa untuk menjaga diri anda sendiri.”
