10 Jenis Teh dan Segudang Khasiatnya

Hampir setiap orang suka minum teh (ngeteh), mulai dari anak-anak sampai orang dewasa, dari kelas petani maupun politisi. Meminum teh sambil bersantai sekadar menikmati suasana di waktu pagi atau senja, tentu sangat menyenangkan.

Ngeteh memang sudah melekat menjadi kebiasaan kita, seperti jika sedang berkunjung ke rumah sanak saudara atau teman, sering kali disuguhi secangkir teh baik teh tawar, manis, hangat atau dingin.

Nah! Ada yang meminum teh sebagai obat. Dan ternyata minuman yang berasal dari Tiongkok ini memiliki ragam jenis dan khasiatnya yang ampuh dalam mengobati berbagai macam penyakit.

Berikut berbagai jenis teh dan khasiatnya.

1. Teh hijau

Teh hijau berasal dari daun Camellia Sinensis segar, setelah dipetik langsung dikeringkan dan dikukus (steam). Teh ini kaya akan khasiatnya. Banyak sekali kandungan zat antioksidan bermanfaat didalamnya seperti enzim, asam amino, dan polifenol. Teh hijau bisa digunakan sebagai perawatan wajah, seperti mengencangkan kulit, mengurangi kantung dan mata panda, serta kandungan katekin dalam teh hijau berguna untuk mengobati jerawat. Polifenol yang ada didalamnya juga membantu menetralisir radikal bebas berbahaya dan terhindar dari penuaan dini. Teh hijau juga bermanfaat menurunkan berat badan secara alami secara perlahan, sebab teh ini mengandung senyawa EGCG (Epigallocatechin gallate) dan kafein yang berfungsi membakar lemak.

Selain itu mengonsumsi teh hijau secara teratur bisa meningkatkan fungsi otak, menurunkan resiko kanker, diabetes, jantung, stroke, serta mendukung kesehatan gigi dan mulut.

2. Teh hitam

Teh hitam juga sama dengan teh hijau yang berasal dari daun Camellia Sinensis, bedanya terletak dari proses pembuatan yaitu daunnya dibiarkan menjadi berwarna cokelat melalui proses fermentasi dan oksidasi sempurna sehingga menghasilkan rasa dan warna yang khas. Teh hitam juga mengandung polifenol berfungsi sebagai antioksidan yang dapat membantu sel tubuh dari kerusakan, dan katekin yang dapat membantu mencegah kanker. Secangkir teh hitam hanya mengandung dua kalori, jadi bisa membantu menurunkan berat badan. Manfaat yang terkandung pun hampir sama dengan teh hijau seperti meningkatkan fungsi otak, menurunkan kadar kolesterol dan gula darah tinggi, serta melindungi fungsi jantung dan pembuluh darah.

3. Teh kayu manis

Teh kayu manis mudah diracik dan dibuat sendiri dirumah, hanya perlu mencelupkan batang atau serbuk kayu manis kedalam teh yang sudah disediakan. Teh kayu manis kaya akan antioksidan polifenol yang dapat menangkal radikal bebas dan meminimalisir risiko dari penyakit kronis, seperti diabetes, kanker, dan penyakit jantung. Teh kayu manis juga mampu menekan kadar kolesterol dalam darah, serta menurunkan asam urat. Kayu manis mempunyai sifat antibakteri dan antijamur yang kuat sehingga bisa mencegah pertumbuhan beberapa bakteri dan jamur.

Mengonsumsi teh kayu manis ternyata bisa mengurangi rasa sakit dan nyeri saat menstruasi, serta mengurangi volume darah menstruasi.

4. Teh chamomile

Teh chamomile merupakan teh herbal yang terbuat dari bunga chamomile yang dikeringkan. Rasa tehnya juga sangat khas dan menenangkan fikiran, cocok sebagai aroma terapi dan mampu meredakan nyeri serta membuat tidur menjaji nyenyak. Teh chamomile banyak mengandung antioksidan yang mampu mengurasi resiko penyakit kronis seperti kanker dan jantung.
Sifat anti-inflamasi dan anti-bakteri yang dimiliki teh ini juga mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan tahan terhadap penyakit seperti flu dan meredakan sakit tenggorokan.
Chamomile juga bermanfaat untuk mengontrol gula darah, melancarkan pencernaan, mencegah osteoporosis, serta mencegah berbagai macam peradangan seperti eksim, nyeri rheumatoid, bisul, asam urat, peradangan mata, wasir, kulit terbakar, dan ruam. Teh ini juga mampu merilekskan rahim agar terhindar dari nyeri saat mentruasi

5. Teh jahe

Sama halnya seperti teh kayu manis, teh jahe juga dapat dibuat dengan cara yang sederhana, cukup sediakan jahe dan teh sudah bisa langsung dinikmati. Jahe dikenal sebagai minuman yang memiliki kandungan vitamin C, magnesium, dan mineral tinggi. Teh jahe ini berfungsi menghangatkan tubuh dan melancarkan fungsi pernafasan disaat flu atau batuk melanda serta meredakan mual dan muntah karena mabuk perjalanan. Jahe mengandung zat anti-inflamasi atau anti peradangan yang cocok dijadikan obat untuk masalah otot dan sendi. Selain itu juga bermanfaat bagi sistem pencernaan, melancarkan peredaran darah, meredakan nyeri sendi, meringankan nyeri haid, serta bisa dijadikan sebagai obat dikala kita sedang stress dan tertekan

6. Teh merah

Teh merah atau bisa disebut teh rooibos ini terbuat dari daun semak yang disebut Aspalathus linearis, merupakan teh yang berasal dari Afrika yang kaya akan khasiatnya.
Aroma yang dihasilkan teh merah ini sangat ringan seperti madu atau vanili. Dibandingkan dengan teh hitam dan teh hijau, teh merah ini bebas dari kafein. Ekstrak teh rooinos bisa digunakan sebagai penguat dan meningkatkan pertumbuhan rambut, ekstrak ini juga bisa diaplikasikan ke kulit karena memiliki sifat anti-inflamasi, antimikroba dan menenangkan. Selain itu teh ini juga mampu memperkuat tulang, membantu menurunkan berat badan, serta mengurangi resiko penyakit kanker dan jantung

7. Teh putih

Sama dengan teh hijau dan teh hitam, teh putih juga berasal dari tanaman Camellia Sinensis, namun yang membedakan adalah teh ini dipanen saat pucuknya kuncup dan sangat muda; hanya dipetik 2-3 helai pucuk teratas. Daunnya juga masih diselimuti rambut halus berwarna putih. Prosesnya pun terbilang cepat, membutuhkan waktu selama 72 jam lalu dikeringkan.

Teh putih juga mengandung antioksidan yang paling tinggi diantara teh lainnya, kandungan polifenolnya berfungsi mencegah kanker, jantung dan osteoporosis. Konsumsi teh putih secara rutin juga mampu mencegah penuaan dini dan membuat badan menjadi bugar dan awet muda. Selain itu teh putih juga bisa menurun kan berat badan.

Teh putih ini termasuk teh termahal di Indonesia, harga daun teh putih kering mencapai Rp1.500.000 sampai Rp 2.000.000,- per kilogramnya.

8. Teh dandelion

Dandelion termasuk kedalam kategori tanaman liar, meskipun begitu kelopak, bunga, dan akarnya bisa dimanfaatkan sebagai teh herbal yang kaya akan khasiatnya. Teh dendelion yang dicampurkan dengan tanaman urva usi berfungsi mencegah dan mengurangi infeksi saluran kemih. Konsumsi 2 cangkir teh dandelion dapat meningkatkan fungsi buang air kecil, sedangkan uva ursi bekerja sebagai anti-bakteri. Kandungan polisakarida yang terdapat pada teh dandelion ini mampu mendetoksifikasi hati agar hati berfungsi dengan baik, serta mengurangi permasalahan pada kulit dan mata. Teh ini juga bisa digunakan sebagai pengganti kopi, dengan kandungan kafein yang tidak begitu kuat bisa meningkatkan konsertrasi, dan rasa teh nya sendiri juga mirip seperti kopi.

9. Teh peppermint

Selain digunakan sebagai bumbu penyedap, penyegar napas, pasta gigi dan permen, peppermint ini juga bisa dikonsumsi dalam bentuk teh yang bisa mendinginkan sekaligus menghangatkan tubuh. Daun peppermint mengandung beberapa minyak esensial termasuk mentol, menthone dan limonene. Teh peppermint juga bebas kafein dan kalori yang sangat baik untuk menurunkan berat badan. Teh ini juga bisa digunakan sebagai obat untuk mengatasi masalah pencernaan seperi perut kembung, dan meredakan sakit pernafasan akibat flu, pilek, batuk dan alergi. Mentol dalam teh peppermint juga mampu meningkatkan aliran darah dan memberikan sensasi dingin yang mampu meredakan migrain

10. Teh barley

Barley merupakan biji-bijian berasal dari keluarga gandum yang kaya akan protein, karbohidrat, vitamin dan mineral.
Teh barley sendiri merupakan anti-fungal yang membantu membunuh bakteri dan menjaga sistem kekebalan tubuh. Membantu mencegah kerusakan gigi, kaya antioksidan dan mengandung vitamin A dan C, menjaga aliran darah tetap lancar, membantu wajah tetap awet muda, mampu menurunkan berat badan, serta mengatasi permasalah rambut seperti rambut rontok, ketombe, dan lain-lain.# (Dwi)

Related posts