3 Pertanda Orang yang Pasti Mendapat Pahala Malam Lailatul Qadar

Ilustrasi muslim yang sedang beribadah di Malam Lailatul Qadar pada bulan Ramadan/Foto : Dok. Freepik Ilustrasi muslim yang sedang beribadah di Malam Lailatul Qadar pada bulan Ramadan/Foto : Dok. Freepik

Jakarta, GPriority.co.id – Malam Lailatul Qadar merupakan malam yang sangat istimewa dalam bulan Ramadan. Malam ini disebut lebih baik dari seribu bulan, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an.

Banyak umat Islam berlomba-lomba untuk meraih pahala di malam tersebut. Namun, siapakah orang yang sudah pasti mendapatkan pahala Lailatul Qadar?

Keutamaan Malam Lailatul Qadar

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Qadr ayat 3:

“Lailatul Qadar itu lebih baik dari seribu bulan.”

Artinya, ibadah yang dilakukan pada malam tersebut memiliki nilai pahala yang sangat besar, bahkan melebihi ibadah selama 83 tahun lebih. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah di sepuluh malam terakhir Ramadan.

Rasulullah SAW telah menjelaskan dalam hadis siapa saja yang dijamin mendapatkan pahala malam Lailatul Qadar. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, beliau bersabda:

“Barang siapa yang melaksanakan shalat (qiyam) pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Sementara itu, dilansir dari postingan Instagram @fiqihwanita_ pada Rabu (18/3), Asy-Syaikh Muhammad bin Shaleh Al-Utsaimin Rahimahullah berkata,

“Siapa yang sholat malam di 10 akhir bulan Ramadan secara keseluruhan karena keimanan dan mengharapkan pahala, maka kami pastikan ia telah mendapati malam Lailatul Qadar.” (Fatwa Nur Ala Ad-Darb Nomor 161).

Dari hadis ini, dapat disimpulkan bahwa orang yang pasti mendapatkan pahala Lailatul Qadar adalah mereka yang :

1. Menghidupkan malam dengan ibadah (qiyamul lail)
Orang yang melaksanakan shalat malam, membaca Al-Qur’an, berdzikir, dan berdoa termasuk golongan yang berpeluang besar mendapatkan pahala Lailatul Qadar.

2. Memiliki keimanan yang kuat (iman)
Ibadah yang dilakukan harus dilandasi keimanan kepada Allah SWT, bukan sekadar rutinitas atau kebiasaan.

3. Mengharap pahala (ihtisab)
Niat yang ikhlas hanya mengharap ridha Allah menjadi kunci utama diterimanya amal.

Pertanda tersebut menunjukkan bahwa kesungguhan dalam mencari malam tersebut juga menjadi faktor penting. Orang yang bersungguh-sungguh dalam ibadah di malam-malam tersebut memiliki peluang besar mendapatkan keutamaannya.