5 Cara Mendisiplinkan Anak Sejak Kecil, Hindari Bikin Aturan Ketat

Penulis: Aflaha Rizal Bahtiar | Editor: Lina F | Foto: Unsplash.com/@mxcaptures

Jakarta, Gpriority.co.id — Untuk membuat anak disiplin memang terbilang tidak mudah. Tapi, bukan berarti orangtua harus mendisiplinkan anak secara ketat dan menghilangkan kebebasannya. Apalagi sampai memberi konsep untuk menghilangkan kebebasan anak dalam lingkungan sosial, seperti berhubungan dengan teman misalnya.

Pastikan juga untuk mendisiplinkan anak juga menerapkan larangan yang penting untuk dipahami anak. Seperti apa yang boleh dan tidak boleh.

Bagi orangtua yang bingung menerapkan anak disiplin sejak kecil. Ada lima cara yang dirangkum dari sumber HelloSehat.com berikut ini. Simak selengkapnya!

Buat jadwal kegiatan

Supaya anak lebih disiplin dan pintar mengatur waktu, ajak anak untuk membuat jadwal kegiatan. Cara disiplin ini akan membantunya lebih terarah dalam menjalani kegiatan di hari ke depan.

Awali dengan jadwal kegiatan sederhana mulai dari bangun tidur sampai kembali tidur. Selain itu, ajak anak untuk membuat jadwal kegiatan dengan alat tulis yang ia miliki agar lebih menyenangkan.

Menyediakan waktu luang

Cara mendisiplinkan anak selanjutnya adalah dengan menyediakan waktu luang. Saat membuat jadwal, pastikan anak punya waktu bebas agar bisa dimanfaatkan secara positif. Seperti bermain, tidur, atau melakukan sesuatu yang anak sukai.

Dengan begitu, anak tidak akan merasa terbebani dan terkekang mengikuti jadwal yang ia buat.

Hindari membuat aturan yang ketat kepada anak

Bila cara mendisiplinkan anak membuatnya merasa terkekang dan beban, justru ke depannya anak akan sulit berkembang untuk hidup di masa depan. Seperti sulit buat survive di tengah kesulitan, apa minat dan bakatnya, dan apa keinginannya.

Pastikan cara mendisiplinkan aanak yang diterapkan tidak terlalu ketak. Tetapkan larangan yang benar-benar penting dan mudah dipahami anak.

Jangan menceramahi anak

Terkadang ada orangtua yang memilih cara mendisiplinkan anak dengan memberikan penjelasan yang panjang lebar, bahkan terkadang ada kalimat yang penuh tuntutan sehingga anak menjadi stres.

Padahal sebenarnya, ceramah yang berkepanjangan akan membuat anak bosan dan cenderung tidak menimbulkan efek jera. Jika ingin mendisiplinkan lewat kata-kata, katakan secara padat, singkat, dan jelas.

Jangan sepele, anak akan meniru kebiasaan orangtuanya

Pernah mendengar kalimat ‘buah jatuh tak jauh dari pohonnya’? Jika orangtua menerapkan kebiasaan yang positif, disiplin dan teratur, maka ke depan anak akan mengikuti kebiasaan positif orangtua nya.

Sebaliknya, jika menerapkan pola yang buruk, penuh tuntutan, dan menghilangkan kebebasan anak, si anak akan meniru pola kebiasaan orangtua nya. Jadi, hati-hati ya.