5 Tuntutan NU ke Trans7: Minta Chairul Tanjung Bertanggung Jawab!

Ketua PWNU DKI Jakarta, Samsul Ma’arif saat penyampaian tuntutan dalam aksi unjuk rasa yang digelar di depan kantor Trans7, Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Rabu (15/10). Foto: GPriority/Dimas A Putra Ketua PWNU DKI Jakarta, Samsul Ma’arif saat penyampaian tuntutan dalam aksi unjuk rasa yang digelar di depan kantor Trans7, Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Rabu (15/10). Foto: GPriority/Dimas A Putra

Jakarta, GPriority.co.id – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta melayangkan enam tuntutan keras kepada Trans7 buntut dari tayangan program Xpose Uncensored yang dinilai menyinggung kehidupan santri dan mencoreng citra pesantren.

Hal ini disampaikan dalam aksi unjuk rasa yang digelar di depan kantor Trans7, Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Rabu (15/10).

Ketua PWNU DKI Jakarta, Samsul Ma’arif, menyampaikan bahwa tayangan tersebut melukai hati para santri, kiai, serta para pecinta pesantren di seluruh Indonesia.

“Pesantren adalah lumbung para pejuang bangsa. Darah dan nyawa para kiai telah dipertaruhkan demi NKRI. Maka, kami tidak bisa diam saat pesantren dilecehkan,” ujar Samsul dalam orasinya.

Berikut enam tuntutan resmi PWNU DKI Jakarta kepada pihak Trans7 dan CT Corp:

1. Mendesak Dewan Pers untuk memberikan sanksi tegas kepada Trans7 atas tayangan yang dianggap mencemarkan nama baik pesantren.

2. Meminta Chairul Tanjung, selaku pendiri CT Corp, bersama jajaran direksi Trans7 untuk bertanggung jawab dengan menyampaikan permintaan maaf, klarifikasi, dan melakukan pembenahan produksi tayangan.

3. Menyerukan boikot terhadap seluruh produk CT Corp oleh warga Nahdliyin dan alumni pesantren di wilayah Jabodetabek hingga tuntutan dipenuhi.

4. Menuntut Trans7 menayangkan permohonan maaf selama tujuh hari berturut-turut di waktu prime time.

5. Meminta Trans7 mengungkap identitas rumah produksi yang membuat program Xpose Uncensored.

Samsul menekankan bahwa PWNU DKI Jakarta tidak akan mundur hingga seluruh tuntutan dipenuhi.

“Mudah-mudahan hadir kita pada hari ini benar-benar membuka mata orang-orang yang ingin menjatuhkan negara kesatuan Republik Indonesia ,” tegasnya.